Kompas.com - 26/05/2016, 22:48 WIB
Risma melepas putra warga miskin untuk menempuh pendidikan perawatan pesawat terbang, Kamis (26/5/2016) KOMPAS.com/Achmad FaizalRisma melepas putra warga miskin untuk menempuh pendidikan perawatan pesawat terbang, Kamis (26/5/2016)
|
EditorErlangga Djumena

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini membuka peluang anak berprestasi dari keluarga tidak mampu untuk menempuh pendidikan dan pelatihan di sektor perawatan pesawat terbang. 

Kamis (26/5/2016) sore tadi, Risma resmi melepas 16 putra terbaik Surabaya untuk menempuh pendidikan di bawah naungan anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero), yakni PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF).

Ke-16 anak tersebut adalah hasil seleksi dari 500 pendaftar yang memiliki rangking tertinggi dari serangkaian tes, seperti tes fisik, psikotes, wawancara, dan tes TOEFL.

"Mereka dari warga tidak mampu, ada dari keluarga terdampak penutupan lokalisasi, ada anak juru parkir, tukang becak, penjual siomay, tukang potong rambut, dan sopir. Tapi mereka lebih unggul dari 500 pendaftar lainnya," kata Risma.

Risma mengaku hanya ingin membuka peluang yang sama untuk warga tidak mampu di Surabaya, dalam hal memperoleh peluang kerja.

"Banyak potensi SDM di Surabaya, tapi sayang tidak dimanfaatkan karena keluarganya tidak mampu," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengatakan, ke-16 anak tersebut akan melalui pelatihan dan pendidikan dasar teknik perawatan pesawat terbang di Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya sebelum praktik di perusahaan perawatan pesawat terbang terbesar di Indonesia itu. 

"Mereka dikontrak dengan ikatan dinas," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Risma dan pihak PT Garuda Indonesia juga melakukan penandatanganan kerjasama pengembangan kemampuan penyediaan sumber daya manusia di bidang perawatan pesawat terbang melalui pemberian kesempatan kerja bagi putra-putri terbaik Surabaya untuk berkarier di dunia penerbangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X