Sempat Kaya Raya, Dukun Cilik Ponari Sekarang Bernasib seperti Ini

Kompas.com - 28/04/2016, 21:54 WIB
KOMPAS/INGKI RINALDI Sejumlah pasien pengobatan tradisional di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (1/2/2009), menunggu giliran untuk berobat pada tabib cilik, M Ponari (9). Dalam tiga pekan terakhir ini ribuan orang dari sejumlah daerah, bahkan negara tetangga, datang ke sini, berharap Ponari mampu menyembuhkan penyakit mereka.

JOMBANG, KOMPAS.com — Masih ingatkah Anda dengan dukun cilik bernama Ponari? Bocah kelas IV SD ini pernah menghebohkan Indonesia pada 2009 lalu.

Ponari, "bocah ajaib" asal Dusun Kedungsari, Desa Balungsari, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, dulu kerap didatangi banyak orang untuk berobat.

Bocah tersebut menjadi terkenal setelah tak sengaja menemukan "batu ajaib" di tengah badai. Batu berwarna coklat tersebut dipercayai bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Setelah menjadi terkenal dan banyak didatangi pasien, Ponari menjadi kaya mendadak. Rumahnya yang dulu berlantai tanah "disulap" menjadi rumah besar berlantai keramik.

Namun, kini seiring berjalannya waktu, pamor batu ajaib Ponari kian meredup.

"Sekarang tak menentu. Kadang ada satu orang, kadang sepi pasien," ujar nenek Ponari, Mbok Legi, dikutip dari Tribun Timur.

Menurut Mbok Legi, setiap tamu yang datang, meski tak pernah diminta dan dipatok tarif, rata-rata memberikan uang Rp 20.000.

Sejak pasien mulai sepi, kini Ponari lebih fokus sekolah. Ponari meneruskan pendidikan yang sempat tertunda tiga tahun lamanya. Kesibukan Ponari menjadi dukun cilik membuatnya tak lulus ujian nasional saat kelas VI SD.

Setelah secara ekonomi keluarganya naik drastis dari hasil pengobatan Ponari, dukun cilik itu justru enggan ke sekolah hingga akhirnya tidak mengikuti ujian nasional beberapa waktu lalu.

"Tahun kemarin ikut ujian di program paket A, alhamdulillah lulus. Sekarang melanjutkan lagi ke sekolah tsanawiyah (sekolah Islam setingkat SMP). Baru kelas I," tuturnya beberapa waktu lalu.

Keluarga menyebut hasil dari pengobatan Ponari sempat terkumpul uang Rp 1 miliar lebih.

Dengan uang sebanyak itu, dia mampu membangun rumah yang sangat layak, membeli dua bidang sawah seluas dua hektar, sepeda motor, dan perabotan rumah tangga.

Namun, kini, uang tersebut sudah habis. Kondisi ekonomi keluarganya pun kembali seperti semula.

Bahkan, ibunda Ponari, Mukaromah, mengalami kesulitan keuangan untuk melahirkan putra keduanya.

Berita ini sudah tayang di Tribun Timur online edisi 28 April 2016 dengan judul Masih Ingat Dukung Cilik Ponari? Setelah Sempat Kaya, Begini Nasibnya Sekarang!


EditorFarid Assifa
Sumber

Terkini Lainnya


Close Ads X