Terpidana Teroris Jaringan Santoso Dipindah ke Lapas Polewali Mandar

Kompas.com - 26/04/2016, 10:08 WIB
Rudi hitam terpidana teroris yang diduga terkait jaringan santoso dipindahkan dari Mako Brimob kelapa II Jakarta ke lapas kelas IIB POlewali mandar. Senin petang (25/4) kemarin. KOMPAS.ComRudi hitam terpidana teroris yang diduga terkait jaringan santoso dipindahkan dari Mako Brimob kelapa II Jakarta ke lapas kelas IIB POlewali mandar. Senin petang (25/4) kemarin.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Terpidana terorisme, Rudi Haruna Rasyid alias Rudi Hitam, dipindahkan ke lapas kelas II-B Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (25/4) kemarin.

Terpidana yang divonis 7,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta utara karena terbukti terlibat dalam pendanaan terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, itu diterbangkan langsung dari Jakarta bersama terpidana terorisme lain. Mereka ditempatkan di lapas berbeda, yakni di Kabupaten Bone dan Jeneponto.

Para terpidana tersebut tiba di Bandara Hasanuddin Makassar dan langsung diberangkatkan ke daerah tujuan lapas masing-masing.

Rudi langsung diberangkatkan menuju Kabupaten Polewali Mandar. Pria kelahiran Palu, 5 Agustus 1974, itu tiba di sana sekitar pukul 17.00 Wita dengan pengawalan ketat Detasemen Khusus 88 Antiteror Polir.

Saat tiba di lapas, Rudi yang diduga anak buah jaringan teroris Santoso terlihat sangat santai. Dengan mengenakan kemeja dan celana hitam, ia berjalan seolah tanpa beban.

Kedatanganya diterima oleh Kepala Lapas Kelas II-B Polewali Mandar Muh Basri dan Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Mandar Rudy.

Setelah menandatangani berkas penyerahan Rudi Hitam, tim pengawal dari Kejaksaan Agung, Satgas Teroris, dan Densus 88 menyerahkan terpidana kepada Kajari dan Kalapas Polewali Mandar.

"Terpidana merupakan jaringan Santoso dan perannya adalah bagian pendanaan kegiatan terorisme Santoso," ucap Kajari Polewali Mandar Rudy.

Berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rudi Haruna Rasyid dijatuhi pidana penjara 7 tahun 6 bulan, denda Rp 100 juta subsider 7 bulan penjara dalam kasus tindak pidana terorisme.

Dalam sidang di PN Jakarta Utara, Rudi dinyatakan terlibat melakukan serangkaian pencurian barang, seperti sepeda motor, yang dijual untuk mendanai kegiatan terorisme di Poso bersama jaringan kelompok Santoso.

Sebelum dipindahkan ke Polewali Mandar, terpidana telah menjalani masa hukuman lebih dari satu tahun di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Penempatan terpidana Rudi Hitam di Lapas Polewali Mandar ini berdasarkan Keputusan Bersama dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme RI, Kejaksaan Agung RI, dan Densus 88.

Kepala Lapas Kelas II-B Polewali Mandar Muh Basri mengatakan, terpidana ini nantinya akan menempati ruang blok khusus dan tidak akan bercampur dengan para narapidana lain.

"Kami akan pisah dengan tahanan lainnya untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan," ujar Basri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Regional
Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Regional
Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Regional
Viral Acara PDI-P Bali Tiup Lilin dan Suap Tumpeng, Diklaim Tak Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Viral Acara PDI-P Bali Tiup Lilin dan Suap Tumpeng, Diklaim Tak Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Regional
Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

Regional
Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Regional
Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Regional
ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

Regional
Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X