Cerita Kartini Melawan Diskriminasi terhadap Ibu Kandungnya

Kompas.com - 21/04/2016, 11:57 WIB
Raden Ajeng Kartini dan keluarganya WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDLRaden Ajeng Kartini dan keluarganya
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com — Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April mempunyai cerita tersendiri bagi Bupati Jepara Ahmad Marzuki. Menurut dia, kiprah Kartini tidak lepas dari sosok ibu kandungnya, Ngasirah.

Sebagai perempuan yang bukan dari kalangan bangsawan atau darah biru, Ngasirah tak boleh tinggal di kamar di pendopo. Dia pun bukan permaisuri sehingga hanya boleh tinggal di bagian belakang.

"Kartini mengangkat orang-orang marginal, termasuk ibunya sendiri. Ketika Kartini mau menikah, dia menginginkan syarat, yaitu ibunya harus bisa bebas masuk di pendopo," tutur Marzuki.

Sutradara Hanung Bramantyo yang melakukan riset soal Kartini juga menuturkan hal senada. Karena Ngasirah, Kartini tidak ingin namanya ditambahi gelar Raden Ajeng. Pasalnya, jika memakai atribut itu, dia akan dipisahkan dari ibunya Ngasirah. Dia lalu minta dipanggil Kartini saja.

"Ngasirah, ibu kandung Kartini, dia bukan darah biru. Bapaknya Djojo Adhiningrat yang ketika itu mau jadi bupati harus menikah dengan seorang darah biru, akhirnya berpoligami dengan putri Raja Madura," kata Hanung.

Kartini yang terhitung darah biru pun, lanjut Hanung, kerap tinggal di pojok belakang pendopo bersama ibunya.

"Kartini dibilangi, 'kalau kamu tidur di belakang, kamu (Kartini) tidak bisa jadi Raden Ayu, tidak bisa sekolah'," kata Hanung di Jepara, akhir pekan lalu.

Tak hanya itu, saat Kartini hendak ditahbiskan sebagai seorang bangsawan, Kartini diminta untuk tidak memanggil ibunya dengan panggilan "Ibu", melainkan "Yu", panggilan untuk para abdi dalem pendopo yang lainnya. Namun, Kartini menolak.

Wali perempuan

Marzuki lalu menyebutkan, karena pemikiran dan perjuangannya, Kartini yang lahir dan dibesarkan di kota ukir tersebut dimasukkan dalam daftar wali perempuan yang ada di Indonesia.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Regional
36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

Regional
Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Regional
Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X