Derita "Low Vision", Ervan Susah Payah Baca Soal Ujian Nasional Berbasis Komputer

Kompas.com - 04/04/2016, 14:10 WIB
Ervan Dwi Lesmana penyandang penglihatan terbatas (low vision) mengikuti UNBK di SMAN 1 Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (4/4/2016). KOMPAS.com/BudiyantoErvan Dwi Lesmana penyandang penglihatan terbatas (low vision) mengikuti UNBK di SMAN 1 Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (4/4/2016).
|
EditorErlangga Djumena

SUKABUMI, KOMPAS.com - Dua anak berkebutuhan khusus  mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, Jawa Barat yang digelar mulai Senin (4/4/2016) hingga Selasa (12/4/2016).

Keduanya yakni Banyu Nugraha penyandang tuna netra pelajar kelas 12 IPS dan Ervan Dwi Lesmana penyandang penglihatan terbatas (low vision) pelajar kelas 12 IPA.

"Ada dua anak yang berkebutuhan khusus mengikuti UNBK ini. Alhamdulillah keduanya bisa mengikutinya dan memang keduanya juga sudah pandai dalam mengoperasikan komputer," kata Kepala SMAN 1 Kota Sukabumi, Rahmat Mulyana kepada Kompas.com, Senin (4/4/2016).

Dia mengatakan, Banyu mengikuti UNBK di ruang khusus, sesuai dengan peraturan untuk soal-soal dibantu seorang pembaca.

"Banyu ini sebenarnya mumpuni dalam mengoperasikan komputer. Karena yang membuat UNBK ini pusat, kami tidak mau mengambil risiko, dan mengikuti aturannya," ujar dia.

Sedangkan Ervan yang menderita penglihatannya rendah mengikuti UNBK  bersama dengan para pelajar lain.

"Membaca soalnya di layar komputer harus dari dekat, ya sekitar lima centimeter," sebut Ervan kepada Kompas.com selesai mengikuti UNBK hari pertama dengan bidang studi Bahasa Indonesia.

Dia mengaku, karena gangguan pandangnya tersebut, dirinya sedikit mengalami gangguan dalam mengerjakan soal.

"Ada pusing dan lelah juga karena harus dekat membacanya," ucap Ervan yang bercita-cita menjadi psikolog.

Ervan mengakui indera penglihatannya yang masih dapat dipakai hanya satu yakni sebelah kiri. Sedangkan mata yang sebelah kanan telah menjalani operasi pengambilan sebulan lalu di rumah sakit.

"Yang kanan sudah dioperasi, karena menderita glukoma dan memang harus diangkat. Sedangkan yang kiri sudah menjalani dua kali operasi," ujar Ervan yang mata kanan masih diperban.

Di SMAN 1 ini pada UNBK 2016 ini diikuti sebanyak 588 pelajar. Sedangkan di Kota Sukabumi Ujian Nasional (UN) 2016 diikuti sebanyak 6.715 siswa. Semnetara UNBK sudah dilaksanakan oleh 12 sekolah, di antaranya SMAN 1, SMAN 3, SMA Hayatan Thayyibah, SMA Kristen BPK Penabur,

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Suami Pamit Pulang Kampung Lalu Hilang Tanpa Kabar, Istri Hamil Bergantung Hidup pada Tetangga

Regional
Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Istana Maimun Segera Dibuka untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Update Covid-19 Maluku: Tambah 16 Kasus Positif, Berasal dari Ambon dan Seram Bagian Timur

Regional
Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X