Triawan Munaf Sebut Studio SMK Ini Setara Disney - Kompas.com

Triawan Munaf Sebut Studio SMK Ini Setara Disney

Kompas.com - 07/03/2016, 20:49 WIB
Kompascom/Nazar Nurdin Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, saat berada di studio animasi di Kudus, Senin (7/3/2016)
KUDUS, KOMPAS.com — Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengaku bergembira melihat perkembangan dunia pendidikan animasi Tanah Air. Pendidikan dan fasilitas yang ada kian setara dengan standar luar negeri.

Hal tersebut diungkapkan di sela peresmian studio animasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Said, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (7/3/2016).

"Sekilas berjalan di ruangan, apa yang saya lihat di studio luar negeri yang nyaman dan informatif, semuanya ada di sini," kata Triawan.

Para siswa yang belajar animasi di sekolah tersebut diberi fasilitas mentereng. Mereka yang belajar ditargetkan untuk mampu membuat trailer film animasi, selain mengerjakan film animasi tiga dimensi (3D).

Para siswa diajari mengenai pembuatan naskah, kerangka cerita (storyboard), dan desain karakter. Di tahap produksi film, para siswa membuat model karakter, tekstur, gerakan, hingga penambahan efek visual pencahayaan.

Menurut Triawan, pengajaran terhadap para siswa mengenai pembuatan animasi sudah sesuai standar luar negeri. Para siswa tidak diajari di ruang yang kaku, tetapi di sebuah studio seperti Disney dan Pixar.

"Saya sudah ke Disney, Pixar, dua kali. Fasilitas yang ada di sana sudah setara yang ada di SMK ini," lanjutnya.

Gedung studio animasi berdiri kokoh di belakang gedung sekolah. Di dalam gedung terdapat puluhan layar komputer, beserta fasilitas pendukung yang tertata rapi di dalam studio yang dibangun oleh Bank Mitsui Indonesia dan Djarum Foundation tersebut.

Berbagai contoh animasi dari siswa ditampilkan dalam ruangan studio tersebut. Gambar film animasi dunia yang tayang dipampang sebagai bekal inspirasi.

"Nanti jika mereka bekerja di luar negeri, mereka sudah tidak kaget karena fasilitas yang ada setara," kata dia lagi.

Triawan menekankan, di era kompetisi, skill dan keahlian generasi muda harus terus dibangun. Ia juga minta agar semua pihak tidak takut terhadap kompetisi global.

"Tidak usah takut. Kita ada transfer knowledge, jadi bisa produksi yang setara dengan produk luar negeri," katanya.

Para siswa dalam membuat animasi dibantu dengan perangkat lunak Autodesk Maya. Perangkat lunak tersebut sudah sering digunakan dalam film animasi, seperti Good Dinosaur dan Big Hero 6.

Selain itu, para siswa juga diajari langsung oleh para praktisi animasi dunia, yaitu animator di Walt Disney Animation Studio, Woody Woodman.


EditorErlangga Djumena

Close Ads X