Kompas.com - 23/02/2016, 05:59 WIB
salah satu petani karet di ogan ilir tengah memeriksa  tanaman karetnya AMRIZA NURSATRIA/KOMPAS.comsalah satu petani karet di ogan ilir tengah memeriksa tanaman karetnya
INDRALAYA, KOMPAS.com - Petani karet di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menolak kebijakan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang mewajibkan masyarakat membayar Rp 200 untuk setiap kantong plastik yang digunakan untuk membungkus belanjaan di supermarket maupun minimarket di 22 provinsi se-Indonesia.

Petani beranggapan, kebijakan itu bakal merugikan mereka karena diketahui bahan baku kantong palstik adalah karet.

Dalam jangka panjang, petani meyakini kebijakan itu semakin membuat petani karet terpuruk sebab produksi kantong plastik akan berkurang drastis yang artinya permintaan karet juga akan menurun.

Saat ini saja, petani karet sudah sangt terpuruk dengan anjloknya harga karet yang menyentuh anggka Rp 6.000 per kilogram.

“Bagaimana jika permintaan karet juga berkurang? Bagimana nasib kami petani karet,” tanya salah satu petani karet di Indralaya, Beisman.

Menurut Beisman, ia dan petani lain sesungguhnya tidak menentang kebijakan pemerintah jika dikaitkan dengan isu penyelamatan lingkungan. Hanya saja, ia meminta pemerintah juga memikirkan nasib petani karet yang ada sehingga mereka tidak semakin terpuruk.

“Harusnya ada solusi juga bagi petani karet supaya tidak makin terpuruk, salah satunya mengupayakan agar harga karet bisa naik, setidaknya mencapai 10.000 per kilo,” katanya berharap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti telah diberitakan, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup, sejak Minggu (21/2/2106) menerapkan aturan pembelian di supermarket maupun minimarket harus membayar sebesar Rp 200 untuk setiap kantong plastik yang digunakan dalam membungkus barang belanjaan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.