Kompas.com - 22/02/2016, 11:32 WIB
 Sejumlah TKI yang mulai mengurus dokumen kependudukan di Layanan Terpadu Poros Perbatasan di Kantor BP3TKI Nunukan. Hampir sepekan, baru 5 pasport yang dikeluarkan Imigrasi Nunukan bagi Buruh Migran yang mengikuti Program Poros Perbatasan. KOMPAS.com/SUKOCO Sejumlah TKI yang mulai mengurus dokumen kependudukan di Layanan Terpadu Poros Perbatasan di Kantor BP3TKI Nunukan. Hampir sepekan, baru 5 pasport yang dikeluarkan Imigrasi Nunukan bagi Buruh Migran yang mengikuti Program Poros Perbatasan.
|
EditorFarid Assifa
NUNUKAN, KOMPAS.com - Puluhan buruh migran ilegal (BMI) yang dideportasi dari Malaysia melarikan diri dari penampungan Program Layanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan.

Sebanyak 102 BMI yang dideportasi dari Malaysia, Sabtu (20/2/2016) lalu, ditempatkan di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) milik pemerintah daerah.

Belum adanya koordinasi antara Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) disinyalir membuat Satpol PP Nunukan yang menjaga keberadaan buruh migran ilegal tersebut kesulitan melakukan pengawasan.

"Baru Minggu malam anggota kita beli buku baru ditulis. Baru kita hitung tadi malam ternyata ada yang hilang," jelas Sudirman, penanggung jawab pengamanan dari Pol PP Nunukan, Senin (22/02/2016).

Humaini, petugas Satpol PP Nunukan yang mendata buruh migran ilegal mengaku, dari pendataan ada 24 buruh migran yang melarikan diri dari penampungan sementara di rusunawa.

Puluhan buruh migran ilegal tersebut diperkirakan menghilang pada Sabtu malam dan Minggu malam.

Sementara Kasi Pemberdayaan dan Perlindungan TKI BP3TKI Nuinukan, Sigit Triwibawanto, mengaku belum mengetahui kaburnya 24 buruh migran ilegal yang ditampungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sigit mengaku baru akan melakukan konfirmasi kepada Satpol PP yang menjaga keberadaan BMI.

"Kita bariu mau konfirmasi terkait berita itu," tandas Sigit.

Sebelumnya, BP3TKI Kabupaten Nunukan menampung 102 buruh migran ilegal yang dideportasi Pemerintah Malaysia pada Sabtu (20/2/2016).

Ratusan TKI tersebut nantinya akan didata melalui Program Layanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan.

Ketua BP3TKI Edy Sujarwo memastikan, ratusan buruh migran ilegal tersebut nantinya akan dipekerjakan di perkebunan wilayah Indonesia atau akan dipulangkan ke daerah asal mereka.

"Untuk TKI yang dideportasi akan dipulangkan ke daerah mereka atau akan kita tawarkan bekerja di perkebunan sawit di Indonesia. Mereka tidak akan dilayani (pembuatan) dokumen paspor," tandas Edy Sujarwo.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.