Kompas.com - 04/02/2016, 14:08 WIB
Poster bertulis KOMPAS.com/SRI LESTARI Poster bertulis "Hukum Mati Margriet"
|
EditorGlori K. Wadrianto
DENPASAR, KOMPAS.com — Beberapa poster yang meramaikan ruang sidang Pengadilan Negeri Denpasar memicu kegaduhan, Kamis (4/2/2016). 

Kegaduhan terjadi saat banyak orang tengah menunggu waktu pembacaan tuntutan terhadap Margriet Christina Megawe yang menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan Engeline.

Salah satu poster itu bertuliskan "Hukum Mati Margriet". Poster tersebut dipegang oleh beberapa mahasiswa yang mengaku peduli dengan perkembangan proses hukum perkara itu.

Tiba-tiba, semua poster diambil petugas dengan dalih untuk menjaga agar persidangan berjalan kondusif.

"Nanti akan mengganggu jalannya sidang. Bagaimana kalau saat sidang, terus banyak yang angkat poster ini? Sidang akan terganggu," kata Dewa Sudiarsa, seorang polisi.

Ketika pihak kepolisian menyita semua poster dan menjelaskan kepada orang-orang di sekitarnya, tiba-tiba salah satu pengunjung pengadilan mendebat.

Poster-poster itu merupakan bentuk hak setiap orang untuk mengawal kasus Engeline. "Ini mahasiswa lo, Pak. Kenapa dilarang? Kalau hakimnya boleh kan tidak apa-apa? Kan hakimnya aja belum melarang," kata laki-laki tersebut.

"Kamu ini bagaimana? Tahu hukum, tidak? Kalau mengganggu persidangan bagaimana?" jawab polisi itu.

Akhirnya, semua poster diamankan dan dibawa ke mobil polisi. Kejadiannya sekitar lima menit. Setelah semua poster diambil dan dibawa ke mobil polisi, suasana normal kembali.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X