Kompas.com - 03/02/2016, 22:42 WIB
Kepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Juliansyah memberikan penjelasan dalam konferensi   pers posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI (P3DKIS) di Ungaran, Rabu (3/2/2016). Kompas.com/ Syahrul MunirKepala Kantor BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Juliansyah memberikan penjelasan dalam konferensi pers posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI (P3DKIS) di Ungaran, Rabu (3/2/2016).
|
EditorErvan Hardoko
UNGARAN, KOMPAS.com - Puluhan ribu kartu indonesia sehat-penerima bantuan iuran (KIS-PBI) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran terpaksa dinonaktifkan atau tidak bisa digunakan.

Penonaktifan KIS-PBI ini dikarenakan masalah nama ganda, meninggal dunia maupun disebabkan penerima telah menjadi peserta mandiri.

Kepala BPJS Kesehatan cabang Ungaran, Juliansyah mengungkapkan, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi, KIS-PBI yang tidak aktif tersebut tersebar di Kabupaten Semarang, Kendal dan Kota Salatiga.

"Paling banyak di Kendal ada 22.715 (KIS-PBI) kartu yang tidak aktif. Disusul Salatiga 600 kartu dan di Kabupaten Semarang ada 311 kartu," kata Juliansyah, dalam konferensi pers di Ungaran, Rabu (3/2/2016).

Dia menambahkan, keluhan yang paling banyak masuk adalah mengenai data peserta tidak sesuai nama, tempat tinggal, NIK, alamat dan fasilitas kesehatan tingkat satu. Totalnya ada 229 laporan.

"Kita carikan solusinya kalau ternyata hasil verifikasi dan validasi dianggap mampu membayar sendiri untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri. Sebab kepesertaan JKN-KIS bersifat wajib, (tetapi) kartu tanda kepesertaan KIS yang sudah diterima agar disimpan karena dapat digunakan kembali setelah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS mandiri," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perselisihan Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang, Harnoto mengatakan, adanya nama ganda dikarenakan saat pendataan awal belum menggunakan NIK.

Selain itu, ada anggota dalam satu keluarga yang awalnya menjadi peserta KIS-PBI setelah bekerja mendapat KIS dari perusahaan tempatnya bekerja.

"Data peserta KIS-PBI dinamis, karena ada yang meninggal dunia, sudah mampu menjadi peserta KIS mandiri, atau pindah alamat. Tahun ini kita akan melakukan validasi data melibatkan camat, desa dan TKSK (tenaga kesejahteraan sosial kecamatan)," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X