Kompas.com - 03/02/2016, 22:35 WIB
Ratusan TKI bermasalah yang dipulangkan diangkut menggunakan truk dari Depo Tahanan menuju Entikong (8/12/2015). Selanjutnya para TKI ini dibawa menuju Pontianak menggunakan sejumlah bus untuk ditampung sementara di Dinas Sosial. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANRatusan TKI bermasalah yang dipulangkan diangkut menggunakan truk dari Depo Tahanan menuju Entikong (8/12/2015). Selanjutnya para TKI ini dibawa menuju Pontianak menggunakan sejumlah bus untuk ditampung sementara di Dinas Sosial.
|
EditorErvan Hardoko
PONTIANAK, KOMPAS.com - Persoalan yang dihadapi tenaga kerja indonesia (TKI) di Malaysia seolah tak ada habisnya.

Permasalahan yang dialami para TKI tersebut di antaranya disebabkan pelanggaran keimigrasian atau pelanggaran ketenagakerjaan yang dilakukan mereka sendiri.

Kepala Seksi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak As Syafii mangatakan, kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah untuk mengurangi jumlah TKI bermasalah.

"Berdasarkan pendataan yang dilakukan BP3TKI Pontianak melalui P4TKI Entikong bahwa kepulangan TKI bermasalah melalui PPLB Entikong selama bulan Januari 2016 masih cukup tinggi yaitu sebanyak 124 orang," ujar As Syafii, Rabu (3/2/2016).

Syafii menjelaskan, pemerintah Malaysia khususnya di negara bagian Sarawak mendeportasi terhadap 110 TKI pada akhir Januari yang lalu.

Sementara, pemerintah Indonesia sendiri melalui KJRI Kuching memulangkan sebanyak 14 WNI atau .

"Semua WNI tersebut setelah dilakukan pendataan di P4TKI Entikong diperoleh data bahwa WNI/TKI yang berjenis kelamin laki-laki 106 orang dan perempuan 18 orang" kata Syafii.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara berdasarkan daerah asal, sebanyak 55 orang berasal dari Kalimantan Barat dan sisanya dari luar Kalimantan Barat.

"Rata rata WNI/TKI yang dideportasi karena tidak memiliki paspor, cap paspor mati, tidak memiliki visa atau izin kerja dan izin kerja mati. Mereka juga sudah menjalani hukuman penjara antara satu hingga enam bulan di Malaysia," paparnya.

Selanjutnya, kata Syafii, pihak BP3TKI Pontianak dalam upaya menangani TKI bermasalah akan melakukan pemberdayaan berupa pelatihan kewirausahaan.

Sehingga, nantinya para mantan TKI ini bisa menjadi wirausahawan dan tidak lagi tenaga kerja ilegal.

Mengingat masih tingginya jumlah WNI/TKI yang dideportasi dari Malaysia maka menjadi tugas pemerintah khususnya pemerintah daerah asal TKI agar lebih mensosialisasikan cara  bermigrasi yang aman ke luar negeri.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.