Napi Kasus Pelecehan Anak Tewas Gantung Diri di Lapas

Kompas.com - 27/01/2016, 10:47 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorCaroline Damanik
MAKASSAR, KOMPAS.com - Rahmat (28), seorang narapidana kasus pelecehan seksual terhadap anak, ditemukan tewas gantung diri di dalam selnya di blok F, kamar 13, Lapas Klas 1 Makassar, Rabu (27/1/2016).

Rahmat ditemukan tergantung dengan lilitan kain sarung di lehernya. Dari tubuh korban pun, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan berdasarkan pemeriksaan polisi yang datang ke lokasi kejadian.

"Penyebab gantung diri seorang napi pelecehan seksual itu belum diketahui. Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan ditubuhnya. Dia gantung diri menggunakan kain sarung," kata Kepala Polsekta Rappocini Kompol Muari.

Dia menuturkan, hingga kini belum diketahuinya penyebab gantung diri Rahmat karena teman satu selnya tidak bisa dimintai keterangannya.

Menurut Muari, rekan satu sel Rahmat yang merupakan terpidana kasus pembunuhan mengalami stres dan tidak mau berbicara.

"Rahmat ditemukan oleh Asrul Hamid yang bertugas sebagai pembantu blok sekitar pukul 07.20 di kamar tahananya blok F kamar 13. Rahmat sudah lama ditahan di Lapas Klas 1 Makassar setelah divonis hukuman penjara selama 7 tahun dalam perkara tindak pidana perlindungan anak dan masa tahanannya akan selesai pada bulan 6 Juni 2016 mendatang," ungkapnya.

Muari menambahkan, saat ini, jenazah Rahmat sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar menunggu dijemput oleh pihak keluarga.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Curhat Anak Almarhum Pasien Covid-19 yang Buka APD dan Peluk Ayahnya di Ruang Isolasi

Regional
Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

Chef Arnold Ngamuk di Twitter Tagihan Listrik Membengkak 4 Kali Lipat, Ini Penjelasan PLN

Regional
Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

Terkait Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil: Warga Tidak Boleh Menolak Diperiksa

Regional
Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Mencuri Bawang untuk Bayar Rapid Test

Regional
Mengenal 'Wong Kalang', Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Mengenal "Wong Kalang", Suku Asli Jawa, Hidup Nomaden dari Hutan ke Hutan

Regional
PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

PPDB 2020, Jumlah Calon Siswa SMA Swasta Semarang Merosot hingga 60 Persen

Regional
Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Sasar Klaster Industri, Gugus Tugas Jabar Sediakan 2.000 Swab Test PCR

Regional
'Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku'

"Saya Angkat Sendiri Jenazah Adik dari Ember, Kondisinya Sudah Kaku"

Regional
Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Pemprov Bali Cairkan Insentif Rp 3,7 M untuk Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Regional
Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno 'Wong Kalang' di Hutan Blora

Puluhan Orang Berburu Harta Karun Makam Kuno "Wong Kalang" di Hutan Blora

Regional
Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Meski Pandemi, Luwu Utara Surplus Beras Hingga 34.000 Ton Lebih

Regional
Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Pelempar Al Quran di Makassar: Saya Khilaf, Saya Minta Maaf

Regional
2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

2 dari 6 Tahanan Covid-19 yang Kabur di Jayapura Menyerahkan Diri

Regional
Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X