Kompas.com - 06/01/2016, 13:35 WIB
EditorCaroline Damanik
SURABAYA, KOMPAS.com - Tas ransel yang diduga berisi bom menggegerkan warga Dusun Muneng, Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

"Tas ransel tersebut bukanlah berisi bahan peledak seperti yang diinformasikan warga. Di dalam tas tersebut berisi 4 buah baterai yang digulung kertas, headset, gunting kuku, botol minyak wangi, celana panjang, kemeja, sarung, dan map," kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Yong Ferrydjong ketika dikonfirmasi, Selasa (5/1/2016).

Dia mengatakan untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya akan memeriksa lebih lanjut terhadap saksi-saksi. Pihaknya juga akan menelusuri identitas seorang pria pemilik tas dan motif menitipkan tas tersebut.

"Benda mencurigakan yang terdapat didalam tas punggung berwarna hitam tersebut dititipkan seorang pria yang tidak dikenal kepada warga setempat, kemudian warga menjadi panik karena diduga tas tersebut berisikan bom ikan (bondet)," paparnya.

Khawatir berisi bom, tambahnya warga setempat melaporkan benda mencurigakan tersebut kepada kepolisian. Petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara dengan memasang garis polisi hingga radius 30 meter.

"Kronologinya menurut keterangan warga bernama Halimatus Syahdiyah yang berada dirumahnya, dihampiri penumpang becak yang kemudian menitipkan barang tersebut dengan alasan mau pulang ke Desa Curah Dukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan," jelasnya.

Menurut dia, saksi tersebut mencoba mencari tahu isi tas tersebut karena mencurigai ada benda yang terdapat kabel, ia meminta kepada warga yang berada disekitarnya untuk memeriksanya, setelah sejumlah warga lainnya menyatakan benda itu adalah bom rakitan.

"Tas yang sudah diperiksa oleh beberapa warga kemudian ada yang mengatakan bahwa tas ransel itu adalah bom rakitan, sehingga benda itu langsung di lempar ke dekat jembatan, padahal tas tersebut bukan berisi bom," tuturnya.

Kasat Sabhara Polres Pasuruan Kota, AKP Sumardiyanto mengatakan, pihaknya sudah mengamankan tempat kejadian perkara dan enggan berspekulasi tentang tas hitam sembari menunggu tim Jihandak Brimob Polda Jatim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.