Besok Pagi, Ganjar Tinjau Gedung De Locomotief

Kompas.com - 24/12/2015, 23:48 WIB
Gedung bersejarah yang dikenal sebagai eks Gedung De Locomotief dalam kondisi mengenaskan karena tidak pernah dirawat, Selasa (22/12/2015). Gedung ini semestinya masuk sebagai gedung bersejarah yang harus dilestarikan oleh Pemerintah Kota Semarang. KOMPAS.com/NAZAR NURDINGedung bersejarah yang dikenal sebagai eks Gedung De Locomotief dalam kondisi mengenaskan karena tidak pernah dirawat, Selasa (22/12/2015). Gedung ini semestinya masuk sebagai gedung bersejarah yang harus dilestarikan oleh Pemerintah Kota Semarang.
|
EditorErlangga Djumena
SEMARANG, KOMPAS.com – Hancurnya bangunan gedung De Locomotief, salah satu bangunan bersejarah di Kota Lama Semarang mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Bangunan tersebut semestinya menjadi perhatian dari Pemerintah Kota Semarang. Namun pemerintah kota dinilai tak serius merawat, hingga seolah terkesan dibiarkan roboh dan hancur.

“Besok (Jumat) pagi saya akan lihat. Ke gedung De Locomotief itu ya, sambil jalan sepeda,” kata Ganjar, di rumah dinasnya, Kamis (24/12/2015) malam.

Rencananya, ia akan naik sepeda dari rumah dinas menuju tempat tersebut. Ia ingin melihat langsung kondisi gedung bersejarah tersebut.

“Besok kesana, ikut ya. Sama nanti mau lihat Gedung Spiegel,” tambah pria berumur 47 tahun ini.

Pemerintah sendiri, lanjut Ganjar, rencananya akan membuka Kawasan Kota Lama untuk ajang wisata pada 2016 ini. Nantinya Kota Lama akan ada dijadikan tempat pameran, hingga tempat pementasan musik.

“Rencananya Kota Lama mau diresmikan awal tahun depan. Jadi nanti ada pintu startnya,” kata dia.

Sebelumnya, gedung yang berada di Jalan Kepodang Nomor 22-24 Semarang itu diberitakan dalam kondisi yang amat memprihatinkan.

Sejumlah aktivis sejarah lantas melaporkan pemilik gedung De Locomotief ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Pelaporan dimaksudkan untuk menyelidiki adanya dugaan perusakan bangunan cagaar budaya yang disengaja dari pemilik De Locomotief.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X