Kompas.com - 27/10/2015, 20:18 WIB
Suasana lengang terlihat di ruang tunggu Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (27/10/2015). Kabut asap menyebabkan aktivitas penerbangan terganggu. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANSuasana lengang terlihat di ruang tunggu Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (27/10/2015). Kabut asap menyebabkan aktivitas penerbangan terganggu.
|
EditorErvan Hardoko

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Suasana bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah tampak sepi.

Hanya terlihat mobil plat merah dan sebuah mobil operasional bandara Tjilik Riwut yang diparkir di halaman ruang tunggu.

Loket tiket sejumlah maskapai terlihat tutup dan tidak ada aktivitas. Hanya loket milik maskapai penerbangan Lion Air yang terlihat masih melayani calon penumpang.

"Hari ini ada dua penerbangan dari Bandara Tjilik Riwut. Satu penerbangan menuju Surabaya, satunya lagi menuju Jakarta" ujar seorang petugas loket, Selasa (27/10/2015).

Sejak tanggal 19 Oktober 2015, nyaris tidak ada penerbangan dari dan menuju Palangkaraya.

Hingga akhirnya, pada Senin (26/10/2015) sekitar pukul 01.00 dini hari, Lion Air mendaratkan pesawatnya di Palangkaraya. "Dari tanggal 19 Oktober kemarin sampai 26 oktober tidak ada penerbangan," tambah petugas itu.

"Baru tanggal 27 Oktober tadi jam sekitar pukul 01.00 habis hujan ada pesawat yang mendarat" katanya.

Meski demikian, beberapa orang calon penumpang terlihat masih berharap adanya penerbangan lanjutan.

Sapri adalah salah satunya. Pria paruh baya asal Padang, Sumatera Barat terlihat baru saja datang ke bandara.

Saat itu, Sapri datang seorang diri, membawa sebuah tas. Padahal, penerbangan pesawat yang ditumpangi Sapri baru berangkat pukul 06.00 menuju Jakarta, keesokan harinya.

Sapri pun rela menginap di bandara, dengan harapan tak ketinggalan pesawat dan aktivitas penerbangan berjalan dengan lancar.

"Nggak apa-apa menginap di Bandara. Saya baru habis kerja dari jauh, mau pulang. Tiket nya sih berangkat besok pesawatnya, semoga saja besok bisa normal," kata Sapri saat ditemui di ruang tunggu keberangkatan.

Meski kabut asap saat ini masih pekat menyelimuti Palangkaraya, kondisi tersebut sedikit lebih baik daripada sepekan terakhir yang melumpuhkan penerbangan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X