Kompas.com - 16/10/2015, 08:03 WIB
Hutan gambut yang terkabar di Jabiren Raya, Kalimantan Tengah, saat inspeksi Presiden Joko Widodo terhadap pemadaman kebakaran hutan, 24 September 2015. AFP PHOTO / ROMEO GACADHutan gambut yang terkabar di Jabiren Raya, Kalimantan Tengah, saat inspeksi Presiden Joko Widodo terhadap pemadaman kebakaran hutan, 24 September 2015.
|
EditorKistyarini
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Organisasi nirlaba penyelamat orangutan, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, meyakini banyak orangutan dan hewan besar lain tidak mampu menyelamatkan diri dari kebakaran yang melanda hutan di Kalimantan Tengah belakangan ini.

Temuan sejumlah orangutan (Pongo pygmaeus) dan beruang madu (Helarctos malayanus) di kawasan permukiman menjadi petunjuk bagi dugaan ini.

"Kami memperkirakan selebihnya tidak mampu menyelamatkan diri dan ikut terbakar hidup-hidup di sana," kata Koordinator Komunikasi BOSF Nyaru Menteng, Monterado Fridman, Kamis (15/10/2015).

Kebakaran hutan meningkat melanda Kalteng pada pertengahan Agustus 2015. Kebakaran itu meluas dan mengakibatkan selimut asap yang puncaknya terjadi pada September-Oktober 2015 ini.

Monterado mengatakan, BOSF menemukan empat orangutan dan satu beruang madu tersesat di permukiman selama puncak kabut asap terjadi. [Baca: Hindari Kebakaran Hutan, Orangutan dan Beruang Madu Masuk ke Permukiman]

Tiga dari empat orangutan itu yang terdiri dari dua bayi dan satu betina dewasa 11 tahun bisa diselamatkan. Sementara itu, satu jantan orangutan dewasa dan satu jantan beruang madu masih dalam upaya evakuasi.

"Informasi terbaru setidaknya masih ada empat laporan lagi terkait orangutan masuk ke permukiman warga yang masih perlu diverifikasi lebih lanjut," kata Monterado.

"Kami memperkirakan semua imbas dari kebakaran terhebat yang pernah terjadi dan yang paling luas kehancuran hutannya, dilihat dari lama dan asap yang terjadi," kata Monterado.

Dengan banyaknya orangutan yang ditemukan di permukiman juga kebakaran hutan saat ini, Monterado memperkirakan populasi orangutan juga semakin menyusut cepat.

BOSF pernah mencatat, populasi orangutan di alam liar di tiga provinsi, yakni Kalteng, Kaltim, dan Kalbar, mencapai 56.000 individu pada 2008. Jumlah terbanyak, yakni 35.000 individu, diperkirakan ada di Kalteng.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X