Kesulitan Air Bersih, Warga Terpaksa Gunakan Air Bekas Galian

Kompas.com - 29/09/2015, 15:48 WIB
Anto, warga Indralaya Utara setiap hari mengambil air dari bekas galian itu menggunakan galon air isi ulang.  Anto tidak lagi memperhitungkan apakah air itu kotor atau bersih, yang penting baginya mendapat air. KOMPAS.com/AMRIZAAnto, warga Indralaya Utara setiap hari mengambil air dari bekas galian itu menggunakan galon air isi ulang. Anto tidak lagi memperhitungkan apakah air itu kotor atau bersih, yang penting baginya mendapat air.
|
EditorGlori K. Wadrianto
INDRALAYA, KOMPAS.com — Kekeringan yang melanda wilayah Ogan Ilir, Sumatera Selatan, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa memanfaatkan air kotor dari bekas galian yang tidak mengalir. Air itu mereka gunakan untuk mandi dan mencuci.  

Meski air tersebut kotor dan berbau, warga tak mempunyai pilihan. Warga tetap mengambil air tersebut karena tidak ada tempat lain untuk mengambil air.

Anto, warga Indralaya Utara, setiap hari mengambil air dari bekas galian itu menggunakan botol air isi ulang. Anto tidak lagi memperhitungkan apakah air itu kotor atau bersih, yang penting baginya mendapat air. “Apa boleh buat, Mas, meski airnya rada kotor, enggak apa-apa. Yang penting dapat air,” kata dia.

Menurut Anto, dia terpaksa mengambil air dari sumber tersebut karena sudah tidak ada lagi tempat mengambil air bersih di seputar rumahnya. Air tersebut, selain digunakan untuk mencuci tangan, juga digunakan untuk mandi.

Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak, Anto membeli air isi ulang dengan harga Rp 5.000 per galon. Dalam sehari, Anto membeli dua hingga tiga galon air. Tentu jumlah pengeluaran itu tergolong besar bagi Anto yang sehari-hari bekerja sebagai petani. ”Berat, Mas, harus membeli air galon setiap hari,” kata dia.

Selain Anto, masih ada warga lain yang memanfaatkan air dari bekas galian tersebut, di antaranya ada ibu-ibu yang tetap mencuci pakaian di air galian. Mereka tak menghiraukan kotornya air yang mereka pakai untuk mencuci. Sejumlah anak-anak juga memanfaatkan air kotor itu untuk mandi dan berenang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Banyumas Zona Merah, Tak Ada Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru

Regional
Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Oknum Perangkat Desa Cabuli Belasan Anak, Ini Faktanya

Regional
Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Video Viral Turis Asing Jadi Korban Jambret, Sempat Kejar Pelaku hingga Jatuh dari Motor

Regional
Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Seorang Bos Arisan di Cianjur Jadi Tersangka Penipuan Rp 9 Miliar

Regional
Seorang Polisi Diduga Ikut Memperkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Seorang Polisi Diduga Ikut Memperkosa Gadis Keterbelakangan Mental

Regional
Seorang Operator 'Backhoe' Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Seorang Operator "Backhoe" Hilang Saat Gunung Semeru Meletus

Regional
4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

4 Daerah di Jatim Jadi Zona Merah, Satgas Sebut Dampak Libur Panjang

Regional
Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Gubernur Riau Positif Corona, 75 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Regional
Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Pemkot Yogyakarta Kumpulkan Direktur RS Rujukan Covid-19, Minta Kapasitas Ruang Isolasi Ditambah

Regional
Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

Regional
Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Bupati Jember Sanksi Tiga Camat yang Tak Netral

Regional
Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Wisatawan Diimbau Tidak Datang ke Kota Bandung yang Zona Merah

Regional
Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Harimau Sumatera Melintasi Kebun Sawit Perusahaan untuk Menandai Wilayah

Regional
'Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk'

"Semua Rumah Sakit di Surabaya Penuh Saat Dokter Sardjono Akan Dirujuk"

Regional
Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Nico, Siswa SD yang Sekolah Sambil Jualan Es Kucir, Terima Donasi Pembaca Kompas.com

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X