Cerita Ferrys, Peselancar Muda dan Pengalamannya Tergulung Ombak

Kompas.com - 25/09/2015, 14:40 WIB
Salah satu peselancar usia anak anak sedang bermain di Pantai Pulau Merah Banyuwangi pada Kompetisi Surfing Internasional yang digelar pada 25-27 September 2015 Ira Rachmawati / Kompas.com / Banyuwangi Salah satu peselancar usia anak anak sedang bermain di Pantai Pulau Merah Banyuwangi pada Kompetisi Surfing Internasional yang digelar pada 25-27 September 2015
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pemuda tanggung berambut merah tampak asyik bermain ombak di Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (25/9/2015).

Lebih dari satu menit ia berhasil meluncur di atas ombak. Dia adalah Ferrys Geo Mardeni (18), siswa SMA Negeri Tuban Bali yang mengikuti kompetisi surfing internasional yang masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2015.

Kepada Kompas.com,  Ferrys mengaku mengenal dunia laut sejak usia lima tahun. Pekerjaan orangtuanya sebagai pedagang di Pantai Kuta Bali, membuat dia akrab dengan pantai. "Setiap pulang sekolah saya ke pantai belajar surfing sama orang orang, dan akhirnya ada yang kasih papan surfing," kata Ferrys.

Ferrys mengaku hampir semua ombak di Pulau Bali sudah ia coba. Termasuk juga pantai di wilayah Lombok dan juga Pantai Plengkung, surganya para peselancar yang ada di Banyuwangi.

Ferrys bercerita, dia pernah digulung ombak besar saat surfing di Pantai Padang Bali. "Punggung bagian bawah sampai luka kena karang," katanya sambil menunjukkan bekas lukanya.

Sambil tertawa ia menceritakan pengalamannya saat digulung ombak seperti berada dalam mesin laundry. "Sudah kayak dilaundry. Bergulung gulung," kata dia sambil tersenyum.

Dari hobinya berselancar, Ferrys mengaku mendapatkan uang saku dari beberapa perlombaan yang ia ikuti. "Terbanyak pernah Rp 2,5 juta kalau menang. Seperti tahun lalu di event yang sama ini," kata dia.

Uang hasil lomba ia tabung untuk biaya sekolah dan uang jajan. "Sudah malu minta sama ibu. Uangnya juga sudah ada yang jadi motor," kata dia.

Untuk berangkat ke Banyuwangi, ia dan beberapa temannya yang bergabung di Halfway Club dibiayai oleh sponsor. Saat ini, pemuda yang duduk di bangku kelas tiga SMA tersebut mengaku memiliki lebih dari 20 papan selancar dengan harga mencapai Rp 3 juta.

"Kalau ditanya berapa yang patah sudah banya enggak terhitung. Untungnya ada beberapa yang dikasih oleh sponsor," kata Ferrys.

Salah satu keinginan dari Ferry saat ini adalah menaklukkan Pantai Puger yang ada di kota asal ayahnya yaitu Kabupaten Jember. "Pantai Puger terkenal ombaknya yang besar. Lucunya saya malah belum pernah main di sana," kata pemuda yang bercita cita ingin menjadi peselancar internasional tersebut.

Kabupaten Banyuwangi menggelar International Surfing Competition selama tiga hari pada 25-27 September 2015. Ajang tahunan tersebut diikuti 20 negara yang antaranya berasal dari Venezuela, Swiss, Jerman, Amerika Serikat, Korea, Hungaria, Perancis, Thailand dan Indonesia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X