Sempat Bebas, Mantan PNS Ditangkap Jaksa Terkait Kasus Pembebasan Lahan Lapas

Kompas.com - 05/08/2015, 21:46 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
PONTIANAK, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Pontianak menahan M Yusuf, salah satu dari sembilan tersangka dalam kasus korupsi pembebasan tanah Lapas Klas IIA Kalimantan Barat pada tahun 2010. Total kerugian negara mencapai Rp 12,3 miliar dalam kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yusuf dijemput tim eksekusi dari Kejaksaan seusai melaksanakan ibadah di sebuah masjid Jalan Merdeka, Pontianak, Rabu (5/8/2015). Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pontianak, Agussalim Nasution mengatakan, penahanan Yusuf dilakukan karena telah memiliki status hukum tetap (in krahct), berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung bulan Juli lalu.

Mantan pegawai negeri sipil di lingkungan Kota Pontianak ini sempat diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Pontianak. Namun, oleh Jaksa Penuntut Umum diajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan diputus bersalah dengan hukuman dua tahun penjara.

Selain itu, Yusuf diwajibkan membayar uang pengganti Rp 300 Juta dan denda Rp 50 juta atau subsider kurungan selama enam bulan.

"Setelah mengetahui keberadaan Yusuf, sekitar pukul 13.00 WIB, tim bergerak menuju kediamannya. Namun dari keterangan kelurga, Yusuf tengah melaksanakan ibadah. Yusuf cukup koorporatif saat dijemput, karena saat dibacakan surat putusan dan dia langsung ikut," ujar Agus, Rabu (5/8/2015).

Dalam berkas perkara kejaksaan, kasus tersebut berawal pada 7 Januari 1965 silam, Lapas Pontianak telah menguasai tanah seluas 157.990 meter yang berada di Jalan Adi Sucipto Kubu Raya. Kemudian diperkuat dengan adanya pemberian hak pakai atas tanah oleh negara berdasarkan keputusan BPN Provinsi No 55/P.1/1995 tanggal 12 Desember 1995.

Namun sejak tahun 1981 hingga 2010, secara bertutur-turut diajukan permohonan ganti rugi dari Hj Nursiah yang mengaku sebagai pemilik tanah tersebut. Menindaklanjuti permohonan tersebut, sekitar tahun 2008, Kemenkumham Kanwil Kalbar dan BPN Kanwil Kalbar membentuk tim mediasi yang memutuskan Kemenkumham berkewajiban segera membayar ganti rugi atas tanah tersebut. Berdasarkan berkas perkara itu pula, Yusuf berperan sebagai penerima kuasa dari Hj Nursiah untuk menindaklanjuti hasil mediasi tersebut.

"Yusuf beberapa kali mendatangi Kemenkumham Kalbar dan bertemu dengan sejumlah pihak, dan menjanjikan memberikan ucapan terima kasih berupa imbalan jika membantu proses ganti rugi," terangnya.

Setelah uang ganti rugi dikeluarkan Kemenkumham Kalbar, Yusuf diketahui menerima Rp 300 juta dari Hj Nursiah. Agus mengatakan, berdasarkan kajian hukum yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum, tanah yang telah dikuasai Lapas Kelas II A Pontianak sejak tahun 196 serta telah diberikan hak pakai tahun 1995 dan tidak dilakukan ganti rugi.

"Dalam hal ini, negara dirugikan sedikitnya Rp 12,3 miliar," jelas Agus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X