Menteri Pertanian Klaim Kekeringan Tahun Ini Menurun dari Sebelumnya

Kompas.com - 05/08/2015, 04:35 WIB
MEULABOH, KOMPAS.com;
Menteri Pertanian Republik Indonesia,  Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP  beserat rembongan melakukan kunjungan kerja ke lokasi bendungan Lhok Guci yang tidak dapat difungsikan untuk mengairi air ke lahan persawahan warga setelah dibangun selama 13 tahun ini, di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Cermen Aceh Barat. sebab saluran irigasi sekunder dan primer di bendunan tersebut tidak selesai.

“kunjungan saya ke bendungan Lhok Guci di pedalaman Aceh Barat ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk melihat langsung lokasi” Kata Andi Amran Sulaiman, kepada wartawan, Selasa (04/08/2015). KOMPAS.com/ RAJA UMARMEULABOH, KOMPAS.com; Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP beserat rembongan melakukan kunjungan kerja ke lokasi bendungan Lhok Guci yang tidak dapat difungsikan untuk mengairi air ke lahan persawahan warga setelah dibangun selama 13 tahun ini, di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Cermen Aceh Barat. sebab saluran irigasi sekunder dan primer di bendunan tersebut tidak selesai. “kunjungan saya ke bendungan Lhok Guci di pedalaman Aceh Barat ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk melihat langsung lokasi” Kata Andi Amran Sulaiman, kepada wartawan, Selasa (04/08/2015).
EditorFidel Ali Permana

LHOK NGA, KOMPAS.com- Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengimbau masyarakat Indonesia khususnya petani untuk tidak khawatir dalam menghadapi kekeringan karena pemerintah terus melakukan berbagai upaya mengantisipasi kekeringan.

"Kepada seluruh sahabatku petani Indonesia tidak usah khawatir atau panik menghadapi kekeringan. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah konkret sejak Desember tahun lalu," katanya di sela-sela kunjungan kerja ke Bendungan Lhok Guci, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa.

Ia mengatakan mulai Desember tahun lalu sampai sekarang, pemerintah membangun irigasi tersier 1,3 juta hektar.

Ia mengatakan kinerja Kementerian Pertanian dengan pembangunan irigasi telah memberikan hasil yang baik di mana menekan daerah yang gagal panen akibat kekeringan dari 35.000 hektare menjadi 17.000 hektar.

"Sampai Agustus itu puso hanya 17.000 hektar. Dibandingkan tahun lalu itu 35.000 hektar. Artinya apa? Gerakan yang baru-baru ini kita lakukan betul-betul membuahkan hasil," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan daerah kekeringan berkurang dari 250.000 hektare pada tahun lalu menjadi 111.000 hektar pada 2015.

"Ada penurunan kekeringan karena gerakan kita membangun irigasi tersier kurang lebih 1,3 juta hektar tahun ini. Itu menunjukkan hasil yang signifikan," tuturnya.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga telah mendistribusikan alat mesin pertanian kurang lebih 40 ribu unit dari Desember tahun lalu hingga saat ini.

Kemudian, pemerintah juga membentuk tim khusus dalam penanganan pangan termasuk kekeringan. Kementerian Pertanian juga terus membagikan tambahan pompa 20.000 unit dan membangun embung 1000 unit di seluruh Indonesia.

"Jadi kita bekerja seperti pemadam kebakaran. Pemerintah sudah bekerja sejak Desember tahun lalu. Ini sudah tujuh bulan kita bekerja mengantisipasi kekeringan," tuturnya.

Ia mengatakan seluas 200.000 hektar setiap tahun merupakan wilayah endemis kekeringan di seluruh Indonesia.

"Tahun ini sampai dengan Agustus kita tekan kekeringan itu kurang lebih 100.000 hektar," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

Regional
Fakta Mayat Guru SD Ditemukan di Ember, Dibunuh Tetangga dan Pelaku Kecanduan Film Porno

Fakta Mayat Guru SD Ditemukan di Ember, Dibunuh Tetangga dan Pelaku Kecanduan Film Porno

Regional
Kunjungi Huntara Lebak, Menteri PPPA Saksikan Sendiri Banyak Pengungsi Tak Pakai Masker

Kunjungi Huntara Lebak, Menteri PPPA Saksikan Sendiri Banyak Pengungsi Tak Pakai Masker

Regional
Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Kondisi Merapi

Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Kondisi Merapi

Regional
Eks Staf Ahli Ahok, Rian Ernest, Gagal Ikut Pilkada Batam Via Jalur Independen

Eks Staf Ahli Ahok, Rian Ernest, Gagal Ikut Pilkada Batam Via Jalur Independen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X