Kompas.com - 09/07/2015, 12:54 WIB
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com — Pada musim mudik 2015, Polda Jabar memberlakukan kanalisasi sepeda motor yang akan mudik melewati jalur pantura (pantai utara). Pemudik akan masuk Karawang dan keluar di Cikalong atau sepanjang 53 km.

Selain itu, pemudik wajib berhenti di empat check point atau titik pemberhentian yang telah disediakan.

"Empat check point berada di Bekasi, Subang, Indramayu, dan Brebes," ujar Kapolda Jabar Irjen Moechgiyarto seusai Apel Gelar Pasukan Lodaya Ketupat di Lapangan Gasibu, Bandung, Kamis (9/7/2015).

Moechgiyarto menjelaskan, pemberlakuan check point ini untuk mengurangi kecelakaan. Sebab, dari hasil evaluasi, jumlah kecelakaan terbanyak pada musim mudik Lebaran 2014 lalu didominasi sepeda motor, sedangkan daerah penyumbang kecelakaan terbanyak ada di jalur pantura.

"Karena itu, untuk sementara, yang ada check point hanya jalur pantura. Di empat lokasi ini, pengendara motor wajib berhenti," tuturnya.

Di area check point, tempat istirahat ataupun pelayanan kesehatan disediakan. Jadi, pemudik, terutama yang lelah, bisa beristirahat untuk menyegarkan kembali fisiknya dan siap melanjutkan perjalanan.

Selain itu, pengemudi motor yang kelebihan muatan akan diingatkan oleh kepolisian. Pihaknya akan mencatat identitas pemudik. Bila membahayakan, maka muatan tersebut akan diturunkan. Bagi pemudik yang menggunakan jalur selatan, Moechgiyarto mengatakan agar pemudik tidak perlu khawatir.

Meskipun tidak ada check point, pemudik bisa memanfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan polisi.

"Kami menyiapkan 299 pos pengamanan dan 33 pos pelayanan, serta tiga pos utama yang berada di Nagreg, Cikopo, dan Kanci. Pos-pos tersebut bisa dimanfaatkan pemudik karena dilengkapi dengan tempat istirahat, bengkel, hingga pelayanan kesehatan,” tuturnya.

Untuk jalur kereta api, pihaknya menurunkan personel di dalam kereta, jalur kereta, termasuk pintu perlintasan yang tidak dijaga. Polisi pun fokus pada daerah rawan macet, seperti Simpang Jomin dan Simpang Mutiara, Nagreg, dan Lelesa.

"Penyebab macet macam-macam. Ada pasar, manusia nyebrang suka-suka," tutupnya.

Menurut berita sebelumnya, dalam Operasi Ketupat Lodaya tahun ini, sebanyak 31.912 personel gabungan diturunkan di Jawa Barat. Jumlah itu terdiri dari 20.107 personel Polda, 3.390 personel dari TNI, serta dari pemerintahan sebanyak 6.125 personel, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Dukungan lainnya dari masyarakat, sebanyak 2.280 orang, antara lain dari Pramuka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.