Cabai Merah Dibeli dari Petani Rp 15.000, di Pasaran Dijual Rp 40.000 Per Kg

Kompas.com - 08/07/2015, 19:35 WIB
Shutterstock Ilustrasi cabai
BANDUNG, KOMPAS.com — Harga cabai merah di pasaran saat ini mencapai Rp 40.000 per kilogram. Padahal, di tingkat petani, harganya hanya Rp 13.000 per kilogram.

"Harganya jauh. Petani berharap diberi kepastian, harganya tidak diombang-ambing," ujar Asda Bidang Perekonomian Kabupaten Sukabumi, Budiman, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Bank Indonesia, Bandung, Rabu (8/7/2015).

Budiman menjelaskan, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu sentra produksi cabai merah. Saat ini, produksi cabai merah di kabupaten tersebut mencapai 10.000 ton per tahun. Adapun luas wilayah untuk cabai besar ialah 1.400 hektar dan cabai kecil 1.500 hektar.

"Secara produksi, kami besar, tetapi harganya selalu rendah. Karena itu, kami berupaya panen di luar musim agar bisa mengendalikan pasar," tutur Budiman.


Karena itu, ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa membantu agar petani cabai bisa menanam di luar musim. Sebab, jika mengandalkan kondisi seperti sekarang, penghasilannya minim.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan, jika ada TPID, mengapa tidak segera operasi pasar. Kondisi seperti ini memperlihatkan resi gudang tidak berfungsi.

"Ini memperlihatkan spekulan bekerja. Kasihan petani, mereka menanam lama, tetapi untungnya sedikit. Yang untung spekulan dan pedagang," ucapnya dengan nada sedikit meninggi.

Deddy mengungkapkan, resi gudang di Jawa Barat baru 12 unit. Jika memang dibutuhkan, ia meminta kepada kota/kabupaten untuk segera mengajukan ke provinsi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Rosmaya Hadi mengungkapkan, dibutuhkan tindakan konkret dalam menyelesaikan persoalan ini, seperti menyiapkan resi gudang yang dilengkapi cold storage sehingga umur cabai merah lebih panjang.

Cara lainnya adalah Bulog membeli cabai merah agar harga tidak menjadi jatuh. Dari data Bank Indonesia, cabai merah menjadi penyumbang inflasi sebesar 0,07 (mtm) atau 0,09 (yoy).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorFarid Assifa
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 300 Meter

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 300 Meter

Regional
Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalteng, Dijual Bebas di Banjarmasin

Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalteng, Dijual Bebas di Banjarmasin

Regional
Kasus TKI Alis Juariah, Bupati Cianjur Diminta Turun Tangan

Kasus TKI Alis Juariah, Bupati Cianjur Diminta Turun Tangan

Regional
Kisah Sri Slamet, Lansia yang Pilih Berjualan Bensin Eceran daripada Melamun di Rumah

Kisah Sri Slamet, Lansia yang Pilih Berjualan Bensin Eceran daripada Melamun di Rumah

Regional
Ini 9 Fakta Kasus Pembunuhan Taruna ATKP, dari Kronologi hingga Vonis 10 Tahun Penjara

Ini 9 Fakta Kasus Pembunuhan Taruna ATKP, dari Kronologi hingga Vonis 10 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMA Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Siswa SMA Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Regional
Ini Bocah Pedagang Asongan yang Dicari Via Vallen karena Video Hormat Bendera

Ini Bocah Pedagang Asongan yang Dicari Via Vallen karena Video Hormat Bendera

Regional
Gara-gara Hutang, Calon TKI Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Ibu dan Anak

Gara-gara Hutang, Calon TKI Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Ibu dan Anak

Regional
Kantin Salman ITB, Saksi Sejarah Orang-orang Berpengaruh di Indonesia

Kantin Salman ITB, Saksi Sejarah Orang-orang Berpengaruh di Indonesia

Regional
Hindari Broker Tanah, Gubernur Kaltim Dilarang Sebut Lokasi Pasti Pemindahan Ibu Kota Negara

Hindari Broker Tanah, Gubernur Kaltim Dilarang Sebut Lokasi Pasti Pemindahan Ibu Kota Negara

Regional
Risma dan Khofifah Disebut Mama Papua...

Risma dan Khofifah Disebut Mama Papua...

Regional
RMY, Bocah yang Gemar Gigit Binatang hingga Mati Akan Ditangani Serius

RMY, Bocah yang Gemar Gigit Binatang hingga Mati Akan Ditangani Serius

Regional
 Begal Sadis di Medan Kerap Beroperasi pada Pagi Hari

Begal Sadis di Medan Kerap Beroperasi pada Pagi Hari

Regional
Gembala dan 19 Ekor Kerbau Tewas Tersambar Petir, Rugi Rp 300 Juta hingga Dikubur Massal

Gembala dan 19 Ekor Kerbau Tewas Tersambar Petir, Rugi Rp 300 Juta hingga Dikubur Massal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penjelasan soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua | Viral Video Ustaz Abdul Somad

[POPULER NUSANTARA] Penjelasan soal Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua | Viral Video Ustaz Abdul Somad

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X