Ridwan Kamil: Ketua RT dan RW Berkomplot dengan Mafia SKTM

Kompas.com - 07/07/2015, 16:56 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menjadi pembicara dalam acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (22/11/2014). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESWali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menjadi pembicara dalam acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (22/11/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Penyelidikan kasus pembuatan surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu terus dilakukan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diketahui ada sejumlah ketua RT dan RW yang terlibat dan bekerja sama dengan mafia SKTM.

"Saya tidak bisa sebutkan di mana (RT dan RW) karena sedang diselidiki," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (7/7/2015). (Baca: Ridwan Kamil: Ada Mafia SKTM)

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengibaratkan modus para mafia ini sebagai "bursa SKTM". Jadi, orang yang tidak berniat untuk membuat SKTM pun ikut-ikutan. Preman-preman yang menjadi mafia SKTM memasang tarif tertentu kepada keluarga mampu tersebut.

"Saya tidak begitu detail bertanya berapa bayarnya. Yang pasti, mafianya lebih dari satu," tutur Emil lagi. (Baca: Ridwan Kamil Beberkan Lima Kecurangan Penerimaan Siswa Baru di Bandung)

Persoalan SKTM palsu ini, kata Emil, menjadi sumber masalah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP-SMA Kota Bandung tahun ajaran 2015-2016. Jika tidak ada pemalsuan SKTM yang jumlahnya masif mencapai ribuan, proporsi untuk orang miskin hanya di kisaran 20 persen.

"Kriminalitasi pemalsuan data (SKTM) ini berimbas ke mana-mana. Saat ini, masih terus dilakukan penyelidikan dengan melibatkan kepolisian. Ada sejumlah mafia yang tengah diperiksa," ucap dia. (Baca: Penghasilan Hanya Rp 1,25 Juta, Gunawan Enggan Pakai Surat Miskin)

Sebelumnya diberitakan, puncak karut-marut PPDB Kota Bandung terjadi kemarin, Senin (7/7/2015). Puluhan orangtua melakukan aksi di dua tempat, yakni di Gedung DPRD Kota Bandung dan Balai Kota Bandung, setelah sebelumnya mereka berunjuk rasa di Dinas Pendidikan Kota Bandung. Bahkan, ada sebagian orangtua yang melaporkan Wali Kota Bandung ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X