Kompas.com - 10/06/2015, 15:00 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho


Oleh: Sonya Hellen Sinombor

SOLO, KOMPAS - Sebagai anak Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka (27), sebenarnya bisa menjadi "raja sehari" saat duduk di pelaminan bersama calon istrinya, Selvi Ananda Putri (24), di Istana Kepresidenan. Gibran bisa memilih mau di Istana Bogor, Cipanas, Jawa Barat, atau di Istana Negara, Jakarta. Namun, kesempatan itu ditepisnya jauh-jauh.

"Mau anak Presiden, anak tukang becak, sama saja (kalau ingin mandiri)," ujar Gibran singkat, Selasa (9/6/2015) petang, di Solo, Jawa Tengah, saat ditanya Kompas mengapa sebagai anak Presiden ia tak mau menggunakan fasilitas Istana, seperti pada era yang lalu. Baginya, sebagai anak Presiden, memang tak ada bedanya dengan anak tukang becak jika tak mau bergantung pada status orangtua.

Meskipun sebenarnya ada hak untuk menikmati status sebagai anak orang nomor satu di Tanah Air, peluang itu tak diambil. Gibran tak hanya menolak untuk menggunakan Istana Kepresidenan, tetapi juga tawaran diarak dengan kereta kencana, seperti ayahnya, Joko Widodo, setelah dilantik menjadi Presiden bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Praktis, hampir semua persiapan pernikahannya pada Rabu pagi hingga Kamis (10-11/6), dilakukannya sendiri.

Gibran juga ogah bertele-tele menggelar pernikahan. Sejumlah proses adat dipangkasnya. Selain lamaran (tembungan) Selasa malam, Gibran dan Selvi hanya melakukan siraman, sadean (jualan) dawet, hingga ijab kabul.

Kebetulan, dalam beberapa tahun ini, Gibran membuka usaha jasa penyelenggara pernikahan dengan bendera Chilli Pari. Oleh sebab itu, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, seperti undangan, katering, video, hingga busana pernikahan, ditanganinya sendiri.

Kecuali terkait siapa saja yang akan diundang berikut pengamanannya, Gibran harus berurusan dengan sang ayah. Maklum, ayahnya yang juga kepala negara dan pemerintahan punya banyak relasi, di antaranya mulai dari duta besar negara sahabat, kepala lembaga tinggi negara, tokoh nasional, menteri, pejabat, relawan, hingga tetangga.

Gibran, yang sejak remaja terbiasa hidup mandiri, termasuk saat belajar di Singapura dan Australia, memilih cara tersendiri untuk menyiapkan acara pernikahannya dengan sederhana. Apalagi, orangtua dari calon istrinya, Didit Supriyadi dan Sri Partini, adalah orang biasa dan bersahaja.

Berbeda dengan pengantin umumnya, hingga kemarin pun, Gibran masih terlihat sibuk bahkan turun mengurus persiapan yang masih harus diselesaikannya. "Besok pada 11 Juni, ada menu mengejutkan, yaitu martabak manis, makobar yang biasanya delapan rasa kita munculkan inovasi baru dengan 16 rasa," kata Gibran dalam keterangan pers.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.