Jaksa Baca Tuntutan, Gubernur Riau Tiba-tiba Merintih Kesakitan

Kompas.com - 20/05/2015, 13:52 WIB
Dua penasehat hukum saat menenangkan Gubernur Riau Annas Maamun yang saat itu meringis kesakitan dan ngumpet dibawah meja para penasehat hukum disela - sela persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Rabu, (20/5/2015) siang. KOMPAS.com/Rio KuswandiDua penasehat hukum saat menenangkan Gubernur Riau Annas Maamun yang saat itu meringis kesakitan dan ngumpet dibawah meja para penasehat hukum disela - sela persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Rabu, (20/5/2015) siang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun yang menjadi terdakwa kasus suap alih fungsi kawasan hutan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (20/5/2015). Agenda sidang adalah pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, di sela-sela pembacaan tuntutan, Annas mengeluh sakit, jatuh, dan terlihat nyaris pingsan. Di kursi pesakitan, terdakwa terlihat membungkuk sambil menutupi mulut dengan kedua tangan. Annas pun meringis kesakitan.

Majelis Hakim Barita Lumban Gaol yang memimpin jalannya sidang meminta jaksa untuk sejenak menghentikan pembacaan tuntutannya. "Saudara membutuhkan sesuatu?" tanya Majelis Hakim. Namun, Annas tak menjawab. "Saudara membutuhkan sesuatu?" tanya Majelis Hakim lagi.

Annas yang mengenakan kemeja batik warna kuning lalu mencoba memberikan jawaban dengan bahasa tubuh. Ia mengangguk.

Majelis Hakim lalu mempersilakan Annas untuk beristirahat sejenak di area kursi para penasihat hukum. Penasihat hukum pun memberikannya sebotol kecil air putih. Namun, Annas tetap meringis kesakitan. Ia kembali menutupi mukanya dengan kedua tangannya.

Tiba-tiba, Annas membungkuk kemudian jongkok dan seperti bersembunyi di jajaran kursi dan meja para penasihat hukum. "Heeuuuuuu, heeuuuuu, heuuuu," terdengar suara Annas saat merintih kesakitan.

Hakim Barita Lumban Gaol lalu mempersilakan terdakwa dibawa ke ruang tunggu. "Sambil menunggu terdakwa segar, sidang ini kami skors dulu, nanti kalau terdakwa sudah kembali segar, beri tahu kami kembali," kata Barita.

Setelah itu, Barita dan dua anggota hakim lainnya langsung meninggalkan ruang sidang. Beberapa menit di bawah meja, Annas langsung diboyong menuju tempat peristirahatan di ruang tunggu.

Ketua Tim JPU Ireneu Putri mengatakan, tuntutan yang dibacakan ada 624 halaman. Pada saat terdakwa Annas merasa kesakitan, kata Irenei, tinggal tiga halaman lagi yang belum dibacakan. "Padahal, tiga lembar lagi pembacaan tuntutan selesai, lima menit lagi selesai, tinggal pembacaan diktum saja, yang berisi di antaranya menuntut, menyatakan terdakwa, bla.., bla, bla...," kata Ireneu.

Ireneu merasa terdakwa Annas memang memiliki kesehatan yang kurang baik. Dalam perjalanan sidang, Annas diketahui tiga kali tak menghadiri sidang dengan alasan sakit. "Sebelumnya, tiga kali terdakwa tak menghadiri sidang, kalau kejadian kayak gini sih baru sekali. Terdakwa ini sepertinya kesehatannya enggak baik, sakit mag, sakit jantung, atau mungkin tertekan," kata dia.

Sepertinya ruang tunggu tak cukup untuk mengembalikan kesegaran Annas. Annas lantas dibawa ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung di Jalan Aceh untuk mendapat pengobatan. "Terdakwa dibawa ke PMI," kata salah satu Jaksa, Taufik Ibnugroh.

Hingga berita ini diturunkan, sidang masih belum dilanjutkan kembali.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Regional
Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X