Demi Lulus Ujian Masuk FK, Calon Mahasiswa Rela Tanam "Chip" di Telinga

Kompas.com - 13/05/2015, 06:30 WIB
Aksi perjokian semakin canggih di ujian masuk Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (11/5/2015). Surya/Sylvianita WidyawatiAksi perjokian semakin canggih di ujian masuk Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (11/5/2015).
EditorCaroline Damanik

KEPANJEN, KOMPAS.com
 — Tujuh orang diamankan di Satreskrim Polres Malang terkait kasus perjokian dalam seleksi masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (11/5/2015). Tiga perempuan dan empat laki-laki dibawa ke polres, Senin sore, untuk menjalani pemeriksaan.

"Alat yang dipakai mereka sudah sangat canggih," ungkap AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Malang, Senin malam.

Dari tujuh orang itu, sebanyak lima orang merupakan peserta tes masuk. Satu orang lainnya merupakan pengantar alat, dan satu orang lagi menjadi calo.

Kecanggihan perangkat bisa dilihat dari cara curang peserta tersebut, yakni dengan mendengarkan jawaban dari joki. Mirip film James Bond atau Mission Impossible, calon mahasiswa diberi semacam chip yang dimasukkan ke gendang telinga.

"Sampai sekarang chip-nya masih di gendang telinga mereka, belum kami ambil," ujar Wahyu.

Dia mengatakan, mereka sempat diperiksa dokter saat di UMM. Menurut dokter, chip tersebut tidak bisa diambil sembarangan. Chip harus ditarik dengan magnet.

Ketujuh orang itu merupakan dua kelompok yang berbeda. Kelompok yang satu terdiri dari empat orang, sedangkan kelompok lainnya terdiri dari tiga orang.

Untuk memeriksa kebenaran soal hasil perjokian, uji contoh 10 soal Bahasa Inggris pun dilakukan. Ternyata, sembilan jawaban mereka benar dan hanya satu yang salah.

Kelompok empat orang itu terdiri dari Rafid (19) asal Batu, Khusnul (18) dari NTB, Bramantyo Prabu Wisnu Sadewo (20) asal Madiun, dan Riski Putri Lestari (18) dari Kalimantan Tengah. Masing-masing diberi chip di gendang telinga. Ukurannya sangat kecil.

Sementara itu, satu orang berperan sebagai pengirim pindaian dari operator ke server, yaitu Rafid dari Kota Batu, yang menyamar sebagai peserta.

Adapun kelompok lainnya mencakup Elma Arifatul Sugito (22) dari Kediri. Perempuan ini mendapat jawaban berdasarkan getaran. Getar sekali berarti jawaban A, getar dua kali berarti B, dan seterusnya. Untuk kelompok ini, ada satu orang yang berperan sebagai calo dan satu orang lagi yang berperan sebagai pengirim alat.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di Garut Timbun 20 Rumah dan Tutup Jalan Provinsi

Longsor di Garut Timbun 20 Rumah dan Tutup Jalan Provinsi

Regional
Tercatat Sudah Terjadi 12 Kali Gempa Guguran di Gunung Merapi pada Hari Ini

Tercatat Sudah Terjadi 12 Kali Gempa Guguran di Gunung Merapi pada Hari Ini

Regional
Hari Bakti PU ke-75, Simak Cerita 7 Pemuda Gugur Saat Mempertahankan Gedung Sate

Hari Bakti PU ke-75, Simak Cerita 7 Pemuda Gugur Saat Mempertahankan Gedung Sate

Regional
Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tunarungu

Merasa Istrinya Dilecehkan, Pria di Bone Bunuh Adiknya yang Tunarungu

Regional
2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

2 Anggota Dewan Positif Covid-19, DPRD Lamongan Gelar Tes Swab Massal

Regional
Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Pengadaan Vaksin Corona

Regional
Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Soal Asrama Haji Donohudan sebagai Pusat Isolasi Covid-19, Diusulkan Rudy, Ini Jawaban Ganjar

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Pamekasan Segera Evaluasi Penerapan New Normal

Regional
Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Pegawai Pemprov Riau yang Meninggal Positif Covid-19 Diberi Bantuan Rp 25 Juta

Regional
Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Debat Cagub Sumbar, Fakhrizal Pertanyakan Kasus Hukum Nasrul Abit dan Ali Mukhni

Regional
Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Satu Anggota Klub Moge Pengeroyok TNI di Bukittinggi Divonis 3,5 Bulan Penjara

Regional
Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Debat Cagub Sumbar Panas, Ali Mukhni Pertanyakan Kinerja Mahyeldi sebagai Wali Kota Padang

Regional
Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Regional
Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Kapal Tongkang Hantam 4 Rumah di Pinggir Sungai Musi, Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Sederet Fakta Debat Pilkada Solo, Inovasi Program hingga Gibran Bagyo Saling Sindir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X