Dikepung Polisi, Residivis Narkoba Tak Berkutik di Belakang Kantor Pos

Kompas.com - 05/05/2015, 15:39 WIB
Dua residivis sekaligus pecandu sabu-sabu diamankan aparat Polres Magelang, di Mapolres setempat, Selasa (5/5/2015). Kompas.com/Ika FitrianaDua residivis sekaligus pecandu sabu-sabu diamankan aparat Polres Magelang, di Mapolres setempat, Selasa (5/5/2015).
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com
- Dua orang residivis sekaligus pecandu narkoba jenis sabu dibekuk aparat Polres Magelang, Jawa Tengah, seusai melakukan transaksi barang haram tersebut. Keduanya adalah Sabri (48) dan Arya Putra Wijaya (33), warga Kampung Tejosari, kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Sabri, salah satu tersangka, mengaku sudah kecanduan sabu sejak beberapa tahun terakhir. Ia merasa badannya lebih sehat dan bugar setelah memakai barang haram itu. Hal itu cukup membantunya untuk bekerja sebagai tukang parkir.

”Biasa saya pakai sendiri, badan terasa bugar (setelah pakai sabu),” kata ayah tiga anak itu.

Sementara itu, Arya, tersangka lainnya, mengaku menjadi pecandu sabu setelah diajak oleh Sabri.

Kepala Satuan Narkoba Polres Magelang, AKP Eko Sumbodo, mengungkapkan mereka berhasil ditangkap setelah polisi melakukan pengepungan di sekitar Kantor Pos Dusun Saragan Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin (4/5/2015) malam.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu seberat 1 gram, sebuah ponsel, dan sepeda motor.

"Saat itu, mereka sedang mengambil sabu yang diletakkan oleh penjualnya di belakang kantor pos Dusun Saragan, mendapat informasi itu kami langsung melakukan penyergapan," ujar Eko, di kantornya, Selasa (5/5/2015).

Menurut pengakuan dua tersangka, kata Eko, barang haram tersebut dibeli dari seseorang berinisial Ed, warga Kota Magelang. Pesanan tersebut dikirim terlebih dahulu dengan diletakkan di belakang kantor pos. Setelah itu, pelaku membayar via transfer ATM.

”Mereka pesan sabu-sabu kepada Ed seharga Rp 450.000, rencananya hari ini baru akan dibayarkan lewat ATM. Ed sendiri saat ini masih kita selidiki," ujar Eko.

Eko menuturkan, dari catatan kepolisian, salah satu tersangka yakni Sabri merupakan residivis dan sudah beberapa kali keluar-masuk hotel prodeo atas kasus yang sama.

Kasus terakhir, lanjut Eko, Sabri mendekam di penjara selama 10 bulan pada tahun 2010 lalu karena kedapatan menyimpan sabu. Dari hasil pemeriksaan urine, tambah Eko, keduanya positif mengonsumsi sabu-sabu. Mereka dijerat pasal 112 ayat (1) UU RI nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun.

"Untuk yang residivis kemungkinan bisa lebih tinggi hukumannya,” imbuh Kasubag Humas Polres Magelang, Edi Sukrisna.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Depresi, Ibu di Kalsel Bunuh Dua Anaknya yang Masih Balita

Diduga Depresi, Ibu di Kalsel Bunuh Dua Anaknya yang Masih Balita

Regional
Jaksa Ajukan Banding Terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Jaksa Ajukan Banding Terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Regional
Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Regional
Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X