Kompas.com - 29/04/2015, 12:03 WIB
Lima ton daging trenggiling tanpa kulit dan masih kondisi beku dimusnahkan dalam satu lubang besar dengan cara dibakar. Pemusnahan ini dilakukan di areal Kawasan Industri Medan (KIM) 4 Belawan, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (29/4/2015). KOMPAS.com/ MEI LEANDHALima ton daging trenggiling tanpa kulit dan masih kondisi beku dimusnahkan dalam satu lubang besar dengan cara dibakar. Pemusnahan ini dilakukan di areal Kawasan Industri Medan (KIM) 4 Belawan, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (29/4/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MEDAN, KOMPAS.com - Lima ton daging trenggiling tanpa kulit dan masih kondisi beku dimusnahkan dalam satu lubang besar dengan cara dibakar. Pemusnahan ini dilakukan di areal Kawasan Industri Medan (KIM) 4 Belawan, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (29/4/2015).

Pemusnahan barang bukti tindak pidana perdagangan satwa ini dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kabag Reskrim diwakili Unit Tipiter V, Dirjen Perlindungan Hutan dan Satwa Dilindungi, Perwakilan Kapolda Sumut, Kejati Sumut, dan unsur Muspida lainnya.

TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADI Tumpukan hewan trenggiling (Manis javanica) dimusnahkan di Kawasan Industri Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/4/2015). Sebanyak 5 ton daging trenggiling tanpa sisik dan 26 potongan kaki beruang madu (Helarctos malayanus) berhasil disita petugas Bareskrim Polri serta BBKSDA Sumut dan Wildlife Conversation Society (WCS) saat akan diselundupkan ke Malaysia.
"Ini bentuk ketegasan penindakan hukum. Saya mau Mei ini, penindakan hukum digenjot lagi. Kita ada wacana memperberat sanksi pidana pelanggaran-pelanggaran di sektor kehutanan dan lingkungan. Kami juga akan bekerjasama dengan semua pihak," kata Siti Nurbaya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Wakil Direktur Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Kombes Pol Didit Wijanardi menggerebek gudang penyimpanan dan pengelolaan trenggiling di KIM I, Komplek Niaga Malindo, Jalan P Bangka No.5, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, yang beromzet miliaran rupiah.

Ini penggerebekan terbesar kedua, setelah di Palembang beberapa waktu lalu. Bisnis trenggiling sangat mengiurkan karena harga satu trenggiling yang diambil dari masyarakat mencapai Rp 500.000 hingga Rp 800.000. Sedangkan untuk daging trenggiling satu kilogram mencapai Rp 300.000. "Jadi, lima ton daging yang kami temukan di Medan itu omzetnya mencapai Rp 18,4 miliar," kata Didit, Senin (27/4/2015) lalu.

Dia juga menjelaskan, harga satu kilogram sisik trenggiling mencapai 3.000 dollar AS yang digunakan untuk keperluan pelangsing tubuh, lampion dan bahan pembuatan sabu-sabu. Pada penggerebekan tersebut, diselamatkan trenggiling hidup sebagai barang bukti sebanyak 96 ekor.

"Di Thailand harga satu kilo trenggiling mencapai Rp 12,4 juta. Trenggiling yang hidup akan dilepaskan di Sibolangi. Dagingnya dimusnahkan dengan cara dibakar dan timbun. Dan kami menetapkan satu tersangka berinisial SB yang mengaku telah melakukan bisnis ini selama enam bulan. Penyidik juga masih mengumpulkan barangbukti jual beli," ujar Didit lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyidik melakukan pengembangan bisnis gudang penyimpanan trenggiling yang berada di Medan selama tiga bulan dengan bekerjasama Polda Sumut. Pelaku SB menjalankan bisnis sangat rapi, sehingga tidak mudah untuk mengungkap jaringan penjualan trenggiling ini.

TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADI Tumpukan hewan trenggiling (Manis javanica) dimusnahkan di Kawasan Industri Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/4/2015). Sebanyak 5 ton daging trenggiling tanpa sisik dan 26 potongan kaki beruang madu (Helarctos malayanus) berhasil disita petugas Bareskrim Polri serta BKSDA Sumut dan Wildlife Conversation Society (WCS) saat akan diselundupkan ke Malaysia.
Berdasarkan pengakuan tersangka seluruh daging trenggiling dijual ke berbagai negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Vietnam dan Tionghoa.

Menurut Didit, trenggiling adalah hewan yang dilindungi, namun karena faktor ekonomi yang sangat potensial masyarakat memburu binatang yang terancam punah ini. Perlindungan terhadap trenggiling sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990. Trenggiling merupakan binatang konvensi internasional yang menjadi perhatian dunia.

"Kita memberikan perhatian untuk membongkar sindikat perdagangan hewan dilindungi ini," kata Didit.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.