Kompas.com - 23/04/2015, 11:25 WIB
20.000 siswa dan masyarakat di Indonesia berpartisipasi dalam pemecahan rekor dunia KOMPAS.com/RENI SUSANTI20.000 siswa dan masyarakat di Indonesia berpartisipasi dalam pemecahan rekor dunia "Guinness Book" untuk angklung terbanyak. di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (23/4/2015).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Tati berjalan mengelilingi Stadion Siliwangi. Tangan kanan perempuan berkerudung putih ini memapah anaknya, Abdullah Sidiq Afifi (15), sedangkan tangan kirinya membawa kantong plastik berwarna putih berisi angklung.

"Saya tidak tahu anak saya bisa enggak main angklung, nanti akan dicoba saja," ujar Tati sambil terus melangkahkan kakinya di Stadion Siliwangi, Bandung, Kamis (23/4/2015).

Tati adalah ibu sekaligus pendamping siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti acara Harmony Angklung for The World. Rencananya, para siswa berkebutuhan khusus ini bersama 20.000 siswa dan masyarakat di Indonesia akan berpartisipasi dalam pemecahan rekor dunia Guinness Book untuk angklung terbanyak.

Langkah Tati dan anaknya tak juga berhenti meskipun peserta lainnya duduk manis di tengah teriknya matahari. "Kalau duduk, anak saya enggak bisa diam," ucap Tati sambil tersenyum.

Sambil terus berjalan, Tati bercerita, dua anaknya menyandang disabilitas sejak lahir. Memang perlu kerja keras untuk mengurusnya, tetapi ia ikhlas. Sama dengan orangtua lainnya, ia bahagia meski kedua anaknya berkebutuhan khusus.

Begitu pun saat ia mendapat kabar anaknya diikutsertakan dalam kegiatan ini. Walau tak yakin anaknya mampu memainkan angklung, ia yakin anaknya akan menikmati semua permainan ini. "Kalau dengar musik atau irama tertentu, dia sangat senang. Dia menikmatinya. Sekarang pun ia kayaknya bakal senang," ucap Tati.

Kedua anaknya, kata Tati, merupakan perwakilan dari SLB Pancaran Iman di Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung.

Ada sekitar 17 siswa yang dilibatkan dalam acara ini, mulai dari siswa tunarungu, autis, dan lainnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, peserta Angklung for The World lebih dari 20.000 orang dan 4.000 orang di antaranya siswa berkebutuhan khusus.

Saat ini, acara itu baru dimulai. Perwakilan dari Saung Angklung Udjo (SAU) tengah mengajarkan bagaimana cara memainkan angklung dalam sebuah lagu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X