Gara-gara Sinyal GPS, Komplotan Pencuri Mobil Tertangkap

Kompas.com - 07/04/2015, 14:41 WIB
HR (30) salah satu pelaku komplotan pencuri mobil tertangkap karena sinyal GPS.
KOMPAS.com/ Karnia SeptiaHR (30) salah satu pelaku komplotan pencuri mobil tertangkap karena sinyal GPS.
|
EditorGlori K. Wadrianto

MATARAM, KOMPAS.com - HR (30), salah satu anggota komplotan pencuri mobil ditangkap anggota Polsek Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), gara-gara perangkat GPS yang terpasang di mobil, Selasa (7/4/2015).

Menurut Kepala Polsek Cakranegara Kompol I Gusti Putu Suarnaya kejadian ini berawal saat Hery Susanto (46), pemilik toko memarkir mobil di depan toko di Jalan Panca Usaha, Kota Mataram. Satu jam kemudian, datang empat orang tak dikenal berpura-pura belanja dan menanyakan harga barang.

Setelah empat pelaku pergi dari toko, korban baru menyadari bahwa kunci mobil yang semula ditaruh di atas meja sudah lenyap. Karena merasa curiga, korban lalu menyuruh karyawan toko untuk mengecek mobil tersebut di areal parkir. Ternyata mobil yang dimaksud sudah raib.

Suarnaya mengatakan, dari laporan tersebut anggota opsnal Polsek langsung mengecek TKP. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dengan melacak sinyal GPS yang terpasang di mobil yang dicuri. "GPS sempat aktif jam 21.00 Wita tapi kemudian mati. Kami sebar personel untuk mencari di seputar Mataram tapi nihil. Satu jam kemudian GPS kembali hidup dan diperoleh informasi bahwa mobil berada di Pringgarata Lombok Tengah," kata Suarnaya, Selasa (7/4/2015).

Menurut Suarnaya, dari sinyal GPS tersebut polisi langsung melakukan pengejaran. Sekitar pukul 02.00 dini hari, polisi berhasil mengidentifikasi mobil hasil curian yang saat itu tengah dikendarai dan dikawal oleh empat orang pelaku.

Suarnaya mengatakan, satu orang pelaku berserta barang bukti mobil diamankan. Mobil curian jenis Isuzu Panther yang saat itu dikemudikan oleh pelaku HR sempat menabrak pohon sebelum akhirnya HR ditangkap.

Sementara itu, tiga pelaku lain yang berhasil kabur masih dalam pengejaran. Mereka adalah KC, PR dan HD. "HR merupakan residivis dalam kasus penjambretan," kata Suarnaya.

Selain mengamankan barang bukti mobil dan menangkap pelaku, polisi juga mengamankan alat hisap sabu-sabu dan pipet kaca bening yang ada di dalam tas pelaku HR. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X