Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/03/2015, 00:40 WIB
|
EditorBayu Galih

MEULABOH, KOMPAS.com - Bayi baru lahir yang ditinggalkan ibunya di kursi depan warung mi di Desa Suak Geudeubang, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat (13/03/2015) petang dibawa pulang ke rumah Sudirman. Sebagai pemilik warung mi, Sudirman juga yang pertama kali menemukan bayi itu. Kini, Sudirman memutuskan untuk mengadopsinya.

“Kami bawa pulang bayi ini ke rumah. Karena di Puskesmas banyak sekali orang datang minta adopsi,” kata Sudirman kepada Kompas.com.

Menurut Sudirman, penemuan bayi ini diyakini keluarganya sebagai sebuah anugerah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada keluarga mereka. Karena itu mereka memilih untuk merawat dan membesarkan bayi itu seperti anak kandung mereka mereka sendiri. Bayi ini tak akan diberikan kepada orang lain walau ditukar dengan uang berapun jumlahnya.

“Kami tak ingin bayi ini dirawat oleh orang lain, karena ini sudah rezeki kami. Buktinya bayi ini ditinggalkan ibunya di warung kami, padahal banyak warung lain di situ” katanya.

Masih kata Sudirman, Selama bayi ini dirawat di Puskesmas Cot Simeureung sejak Kamis (12/03/2015) pagi kemarin, banyak orang yang berdatangan dari berbagai daerah untuk meminta bayi ini diadopsi.

Pantauan Kompas.com, saat bayi tak berdosa ini tiba di rumah keluarga Sudirman, warga Desa sempat dari berbagai kalangan berduyun-duyun datang untuk melihat langsung sang bayi mungil itu.

"Banyak orang-orang berada yang datang meminta bayi ini, tapi kami tidak akan kasih,” kata Sudirman.

Bayi terbungkus sehelai kain itu ditemukan tergeletak di atas kursi di depan warung mi di Desa Suak Geudebang, Kamis (12/3/2015). Tangisan bayi itu menarik perhatian Sudirman, pemilik warung. (Baca: Bayi Mungil Ditinggalkan di Depan Warung Mi)

Bidan Puskesmas memperkirakan, bayi itu baru lahir belum sampai satu hari. Sebab saat pertama kali ditemukan, pada bayi terdapat mekonium atau kotoran yang dihasilkan bayi selama di rahim, yang berwarna hitam. (Baca: Bayi yang Ditemukan di Warung Mi Diduga Lahir Dibantu Orang Berpengalaman)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.