Kompas.com - 16/02/2015, 19:45 WIB
Sofi dan anak sulungnya, begitu menyayangi Mulyasari Ramadhani yang menderita Hydrocephalus. KOMPAS.com/Ika FitrianaSofi dan anak sulungnya, begitu menyayangi Mulyasari Ramadhani yang menderita Hydrocephalus.
|
EditorFarid Assifa

Karena suaminya ditahan, otomatis Sofi tidak memiliki pemasukan uang untuk kehidupan sehari-hari. Jangankan mengobati Mulya yang biayanya mencapai jutaan rupiah, untuk menyambung hidup, Sofi terkadang ikut membungkusi permen asem milik tetangganya atau mengutang ke sanak saudaranya.

Ditengah kesulitan ekonomi yang dihadapinya, Sofi juga masih harus menanggung biaya sekolah putri sulungnya, Frida Putri Lestari (8), yang masih duduk di bangku kelas II sekolah dasar.

"Apapun yang terjadi pada saya, Frida harus tetap sekolah dan mengaji, bagaimanapun caranya saya terus memberinya semangat. Kemarin Firda dapat rangking 5," kata Sofi bangga.

Sofi memang tidak pernah menunjukkan kesedihan di hadapan putri sulungnya itu. Ia justru mengajarkannya agar tidak pernah meminta-minta belas kasihan kepada siapapun. Sofi ingin anaknya mandiri dan Frida pun tampaknya begitu menyayangi adiknya yang sedang menderita. Setiap hari, kata Sofi, Frida yang membantu menjaga Mulya sementara ia mencuci pakaian.

"Saat saya terjaga, saat Mulya kejang-kejang karena kedingingan, Frida juga yang membantu menyelimuti," ucap Sofi yang mengatakan Mulya juga menderita hypometer atau kejang-kejang jika udara terlalu dingin.

Tak ada bantuan

Sofi mengaku, sejauh ini belum pernah ada perhatian dari pemerintah daerah setempat. Padahal letak rumah Sofi persis berada di belakang kantor Kepala Desa Gandusari. Sofi juga mengatakan, belum pernah mendapat jatah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau sejenisnya. Ia yang tinggal di rumah sederhana milik mertuanya itu hanya mendapat Jampersal saat proses persalinan Mulya.

"Mulya tidak pernah mendapat imunisasi seperti bayi pada umunya, kalau ke posyandu hanya diukur kepalanya saja. Kalau saya tanya imunisasi, mereka (petugas) bilang, imunisasi itu untuk pencegahan, anak Anda ini sudah penyakitan," ucap Sofi menirukan petugas posyandu kala itu.

Sejak itu, Sofi memilih untuk tidak membawa Mulya ke Posyandu, terlebih kehadirannya dan Mulya hanya akan menjadi tontonan warga.

Sofi saat ini terus berusaha tegar, ia selalu mengambil sisi positif dari serangkaian peristiwa dalam hidupnya karena Sofi yakin Tuhan memiliki rencana yang indah untuk Mulya dan keluarga kecilnya kelak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.