Kompas.com - 04/02/2015, 18:11 WIB
Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof DR Musakkir SH.MH menjalani pemeriksaan di Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Jumat (14/11/2014) siang. KOMPAS.com/Hendra CiptoGuru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof DR Musakkir SH.MH menjalani pemeriksaan di Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Jumat (14/11/2014) siang.
|
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com — Anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Sunardi, memberikan kesaksiannya dalam sidang kasus narkoba Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof DR Musakkir SH, MH, di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (4/2/2015).

"Barang haram jenis sabu-sabu yang digunakan Musakkir bersama lima rekannya berasal dari Jakarta," kata Sunardi di hadapan Ketua Majelis Hakim Andi Cakra Alam dan dua hakim anggota, Ibrahim Palino dan Suparman, di ruang sidang Andi Makkasau.

Sunardi juga mengatakan, Musakkir bersama Ismail dan Nilam ditangkap di Hotel Grand Malibu kamar 302. Pada saat itu rekan sesama anggota polisi melakukan penggerebekan atas informasi masyarakat. Saat pintu kamar 302 diketuk, sempat terjadi saling dorong.

"Pada saat saya ketuk pintu tersebut, Ismail membukanya. Tapi pada saat saya mengaku dari anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Ismail langsung menutupnya kembali sehingga terjadi saling dorong. Akhirnya saya berhasil masuk di dalam kamar dan menemukan Musakkir sementara baring di tempat tidur," ucapnya.

Di dalam kamar itu, lanjut Sunardi, pihaknya menemukan barang bukti di tangan Ismail berupa satu alat isap sabu. Saat anggota lainnya melakukan penggeledahan, kembali ditemukan barang bukti dua paket sabu di dompet Ismail.

"Dua paket sabu itu, terdakwa Ismail mengaku memperolehnya dari orang lain. Satu paket diperoleh dari Heryanto dan satu paket berasal dari Jakarta. Saat itu kami melakukan pengembangan karena menemukan SMS berbunyi, 'Saya tunggu di kamar 308'. Saat itu kami memanggil Nilam untuk mengetuk pintu kamar tersebut," katanya.

Setelah pintu terbuka, Sunardi menemukan pelaku Syamsuddin alias Ancu (44), bersama seorang mahasiswi, bernama Ainum Nakiyah.

"Jadi ada enam pelaku kami tangkap bersama anggota lainnya di hotel tersebut," tutupnya.

Sebelumnya, Prof Dr Musakkir SH, MH dan seorang dosen bernama Ismail Alrip SH, MKN ditangkap Satuan Narkoba Polrestabes Makassar saat mengonsumsi narkotik jenis sabu bersama mahasiswi di Hotel Grand Malibu, Jumat (14/11/2014).

Dalam penggerebekan yang dilakukan kepolisian di dalam kamar 302 ditemukan Musakkir dan Ismail sedang nyabu bersama seorang mahasiswi bernama Nilam, warga Jalan Mawar, Kabupaten Gowa. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita dua paket sabu, lengkap dengan alat isapnya.

Berdasarkan pengakuan ketiga orang yang ditangkap, masih ada rekan yang lain yang juga menggelar pesta sabu di kamar lain di hotel tersebut. Polisi pun langsung melakukan penggerebekan dan menemukan Andi Syamsuddin alias Ancu (44), warga BTN Ara Keke, Kabupaten Bantaeng, bersama seorang mahasiswi, Ainum Nakiyah (18), warga Jalan Pelita.

Di kamar kedua ini, polisi menyita sabu seberat 1 gram, 2 butir ekstasi, dan alat pengisap sabu (bong). Berdasarkan pengakuan Ancu, barang haram tersebut diperoleh dari teman mereka yang berada di kamar 205. Tidak menunggu lama, polisi langsung melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap Harianto alias Ito (32), yang merupakan staf Zona Cafe, warga Jalan Kapasa Raya. Di dalam kamar itu, polisi juga menyita satu paket sabu sisa pakai.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.