Kompas.com - 29/01/2015, 10:20 WIB
Petugas memperlihatkan lobster yang hendak dikirim namun melangar Permen KElautan dan Perikanan, nomor 1 Tahun 2015 kompas.com/FirmansyahPetugas memperlihatkan lobster yang hendak dikirim namun melangar Permen KElautan dan Perikanan, nomor 1 Tahun 2015
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Sekitar 5.000 ekor lobster hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Banyuwangi ditolak eksportir, terkait larangan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiatuti soal berat minimal lobster 200 gram.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pudjo Hartanto saat ditemui Kompas.com, Kamis (29/1/2015). "Di Kabupaten Banyuwangi, ada sekitar 500 nelayan lobster yang ada di wilayah Pantai Pancer, Grajagan, Lampon, dan Muncar. Sedangkan, untuk pengepul lobster ada sekitar tujuh pengepul di Banyuwangi," kata Pudjo.

Berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukan dinas dengan nelayan serta pengepul, pasca pemberlakuan larangan tersebut kerugian yang dialami oleh satu orang mencapai minimal 200 juta.

"Kami memberikan solusi agar memelihara lobster di jaring apung sehingga beratnya mencapai 300 gram sehingga siap untuk dijual. Kami siap untuk memfasiltasi," ungkap dia.

Jika tidak, nelayan mau tidak mau harus melepaskan lobster yang telah mereka tangkap. "Pihak karantina sudah memastikan menolak loster yang ukurannya kurang dari 200 gram," tambahnya.

Selain itu, menurut Pudjo, nelayan telah mengajukan surat kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar peraturan tersebut direvisi. "Dalam surat tersebut mereka meminta agar diizinkan menangkap lobster dengan ukuran minimal 4,5 centimeter karena pada saat musim paceklik ikan mereka mengandalkan tangkapan lobster. Biasanya sekitar bulan September sampai bulan April," kata dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan Peraturan Menteri KP Nomor 1 Tahun 2015 terkait pelarangan penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan bertelur dan larangan diekspor bibit ketiga jenis hewan laut tersebut. Kebijakan tersebut berlaku sejak 6 Januari 2015 lalu. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.