Banjir Bandang di Barru, Satu Rumah Hanyut

Kompas.com - 23/01/2015, 19:53 WIB
Puluhan sapi ditemukan mati, saat banjir bandang melanda di Dusun Lanrae, Kemamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan Kompas. Com/Suddin SyamsuddinPuluhan sapi ditemukan mati, saat banjir bandang melanda di Dusun Lanrae, Kemamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan
|
EditorFarid Assifa
BARRU, KOMPAS.com - Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menyebabkan Sungai Lanrae meluap. Akibatnya, Dusun Lanrae, Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan yang dekat dengan sungai itu dilanda banjir bandang, Jumat siang (23/01/2015). Satu rumah panggung berisi satu unit sepeda motor dan puluhan ternak terbawa arus. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu.

“Rumah saya hanyut, di dalamnya ada prabot dan satu unit motor bebek. Beruntung anak dan istri saya selamat dari maut," jelas Baba, pemilik rumah yang hanyut.

Aparat Kepolisian Polsek Malusetasi langsung terjun mengungsikan warga, terutama manula, ke tempat yang aman.

“Musibah ini, satu unit rumah panggung terseret arus, satu motor bebek, 11 sapi ditemukan sekarat. Masih banyak peternak lainnya mengaku kehilangan sapi," jelas Muhiddin, personel Polsek Malusetasi, Kabupaten Barru.

Seperti pada musibah pada umumnya, Pemerintah Kabupaten Barru belum juga memberi bantuan kepada waraga korban banjir bandang. Selimut serta tenda darurat sangat dibutuhkan bagi para korban.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Detik-detik Mobil Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Diduga Rem Blong

Regional
Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Sampah Jadi Permasalahan Klasik Sungai di Denpasar, Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Regional
Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Polda Jambi Bantah Disebut Membubarkan Deklarasi KAMI

Regional
Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Napi Bisa Kendalikan Narkoba, Kepala Lapas Pekanbaru Mengaku Lalai

Regional
Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Libur Panjang, 83.257 Kendaraan Melintas di Tol Pemalang-Batang

Regional
Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Masuk Riau Diperketat, Penumpang Wajib Cek Suhu Tubuh di Pos Jaga

Regional
Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Gudang Rosok Dibongkar Pencuri, Beberapa Kuintal Barang Bekas Hilang

Regional
Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Elf Berpenumpang 14 Orang Masuk Jurang, Bocah 9 Tahun Tewas, Belasan Lain Luka

Regional
Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Soal Pembubaran Deklarasi KAMI di Jambi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

Regional
Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Karyawati SPBU Tewas dengan Tubuh Terluka di Jalan, Keluarga Duga Dibunuh

Regional
Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Klaster Pilkada Purbalingga Meluas, dari Paslon, Tim Sukses, hingga Petugas KPU Positif Covid-19

Regional
Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Pria yang Merusak Motornya dengan Batu Besar Akhirnya Ditilang

Regional
BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X