Kompas.com - 21/01/2015, 19:52 WIB
Ilustrasi: Dr Bassel Abuwarda mengunggah foto dirinya bersama bayi kembar empat yang dilahirkan seorang perempuan Palestina di RS Al-Shifa, Gaza, Jumat (1/8/2014). Twitter/IndependentIlustrasi: Dr Bassel Abuwarda mengunggah foto dirinya bersama bayi kembar empat yang dilahirkan seorang perempuan Palestina di RS Al-Shifa, Gaza, Jumat (1/8/2014).
EditorFarid Assifa
TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Seorang ibu di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, melahirkan bayi kembar lima dalam sebuah persalinan normal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak, Selasa (20/1/2015) dini hari. Satu bayi di antaranya meninggal.

Informasi dari pihak RSUD dr Iskak yang dikutup Antara, Rabu, mengungkapkan, proses persalinan bayi kembar lima oleh seorang ibu bernama Yuni Yuanita (34) itu berlangsung lancar tanpa proses operasi meski dalam kondisi prematur.

"Usia kandungannya masih 31 minggu dengan berat badan tidak sampai dua kilogram. Ini membuat kelahiran bayi prematur," kata dokter kandungan yang menangani proses persalinan, dr Irfani Baihaqi di RSUD dr Iskak, Tulungagung.

Sayang, tidak semua bayi kembar yang semuanya berjenis kelamin perempuan itu lahir selamat. Dari lima bayi yang dilahirkan Yuni, satu di antaranya keluar dari rahim dalam kondisi meninggal.

Langka

Menurut dr Irfani Baihaqi, kelahiran bayi kembar lima tersebut sangat langka. Dalam dunia persalinan, ujar dia, meninggalnya satu bayi kembar biasa disebut dengan istilah twin to twin tranfusion, yakni suatu kondisi medis yang ditandai dengan distribusi yang tidak merata dari aliran darah di antara sepasang kembar monozigotik (identik) yang berbagi plasenta.

Salah satu bayi menerima suplai darah yang lebih sedikit yang dikenal sebagai bayi donor sedangkan bayi kembar lainnya yang lebih banyak menerima suplai darah dikenal sebagai bayi resipien.

"Jadi bayi (orok) yang satu mengorbankan dirinya agar yang lain bisa tetap hidup," urainya.

Berdasar catatan medis di RSUD dr Iskak, Yuni dinyatakan menjalani proses persalinan sejak Senin (19/1/2015) sore setelah merasakan mual dan mengalami gejala pecah ketuban.

Bersama suaminya, Hermawan Risdianto (35), Yuni kemudian pergi ke RSUD dr Iskak sekitar pukul 23.50 WIB.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X