Cagar Alam di Kaltim Terancam Eksplorasi Pertambangan dan Aktivitas Perusahaan

Kompas.com - 14/01/2015, 03:51 WIB
Hutan buatan nan asri hasil reklamasi lahan dan penanaman kembali oleh PT Vale. ARSIP KOMPAS TVHutan buatan nan asri hasil reklamasi lahan dan penanaman kembali oleh PT Vale.
|
EditorBayu Galih

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Indonesia Coruption Watch (ICW) menemukan ada lima perusahaan yang bergerak di pertambangan, perkebunan, dan kehutanan beroperasi di cagar alam Teluk Adang di Kabupaten Paser. Dalam paparannya, ICW menemukan operasi beberapa perusahaan di cagar alam itu, mulai dari eksplorasi hingga penebangan.

“Dalam operasinya lima perusahaan memasuki kawasan cagar alam. Aktivitasnya mulai dari menebang bakau lalu alih fungsi ke tambak,” kata peneliti ICW, Mouna Wasef, di Balikpapan, Selasa (13/1/2015).

ICW lakukan penelitian lapangan langsung ke masyarakat di Kecamatan Long Kali dan Long Ikis dalam empat bulan terakhir. Organisasi nirlaba ini mencoba menemukan lagi kebijakan-kebijakan di daerah yang dinilai menjadi celah pelanggaran hukum dan mengakibatkan kerusakan pada lingkungan.

Penelitian pun menemukan ada dugaan pelanggaran dalam hal izin operasi, produksi, eksplorasi hingga pengawasan di sektor pertambangan yang tidak maksimal. Sehingga, masih ditemukan lubang-lubang tidak direklamasi.


Pelanggaran berat lain yang ditemukan, seperti tidak adanya pemulihan air tanah, hingga tumpang tindihnya izin. Penelitian mereka juga mengungkap, masih berlangsungnya penebangan kayu yang tidak sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan, penebangan kayu melebihi kuota, kebijakan kesepakatan pelepasan hak atas tanah dari masyarakat yang hanya diketahui pejabat tertentu, hingga kebijakan buka lahan kebun sawit yang dirasa serampangan.

Belakangan juga muncul temuan-temuan aparatur-aparatur pemerintah di tingkat desa justru terlibat dugaan korupsi. “Temuan ini nantinya ada yang kita rekomendasi untuk ditindaklanjuti,” kata Irfan Maulana, salah satu peneliti lokal dari sebuah LSM bernama Prakarsa Borneo, yang turut terlibat dalam penelitian ICW ini.

Temuan yang tergolong berat bakal ditelisik mendalam dan berujung pada pelaporan ke kepolisian, kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi.

ICW melakukan penelitian di sejumlah daerah di Indonesia di 2014 lalu. Selain di Kaltim, ICW juga terjun ke Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan rangkaian uji instrument pemantauan praktek pelanggaran perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan.

Sejumlah kebijakan baik di tingkat daerah dan nasional beberapa yang menjadi bagian penelitiannya lantaran disinyalir menjadi celah perusahaan melakukan pelanggaran dan dugaan praktek korupsi.

Di Kaltim, penelitian mereka berlangsung di Kecamatan Long Ikis dan Long Kali Kabupaten Paser selama empat bulan dari Agustus hingga November 2014. Bersama Mouna Wasef, turut terlibat beberapa peneliti lokal seperti Irfan Maulana dan Fajrian Noor.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Sambut Pelantikan, Foto Jokowi dan Ma'ruf Amin Diarak dengan Gerobak Sapi Lewat Malioboro

Regional
Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Kecelakaan Tol Lampung, Vanessa Tarik Adiknya Agar Tak Ikut Terbakar

Regional
Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Katupkan Kedua Tangan, Agus Piranhamas Motivator yang Tempeleng 10 Siswa Minta Maaf

Regional
Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Regional
Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Sabtu Dini Hari, LBH Medan Dilempari Bom Molotov

Regional
Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Minggu, Gibran Rencana Hadiri Pelantikan Jokowi Tanpa Selvi dan Jan Ethes

Regional
Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Regional
Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Maju Pilkada Solo, Gibran Akui Telah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Soal Pilkada Solo, Gibran: Saya Akan Berjuang Tetap Maju Lewat PDI-P

Regional
Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Gubernur Nurdin Paparkan 5 Program Unggulan Sulawesi Selatan

Regional
Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Ajudan yang Nekat Curi Uang Kapolres Hadapi Hukuman Ganda

Regional
Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Pengakuan Motivator yang Tempeleng 10 Siswa, Khilaf Memukul karena Murid Tertawa

Regional
WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

WJIS 2019, Investor Sepakat Kucurkan Rp 53,8 Triliun untuk Jawa Barat

Regional
PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

PKS Jabar Targetkan Kuasai 4 Wilayah di Pilkada 2020

Regional
Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Satu Keluarga Penumpang Sedan Terbakar di Jalan Tol Sumatera Baru Pulang Kondangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X