Diduga Korupsi dan Sempat Buron, Kades Ditangkap di Rumah Makan

Kompas.com - 08/01/2015, 17:21 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Fery Misbahul Hakim, Kepala desa (Kades) Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditangkap polisi setelah empat hari buron. Fery ditangkap atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi dana hibah Program Pembangunan Infrastruktur Desa (PPID) dari Provinsi Jawa Timur, senilai Rp 200 juta.

Fery berhasil dibekuk polisi setelah makan siang di sebuah rumah makan di wilayah Kabupaten Malang, Kamis (8/1/2015) sekira pukul 15.00 WIB. Saat dibawa ke Mapolres Malang, Fery dalam kondisi tangan diborgol.

"Tersangka statusnya memang buron. Seharusnya, Senin (5/1/2015) lalu menyerahkan ke polisi," jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, Kamis (8/1/2015).

Menurut Wahyu, Pihaknya sudah mengeluarkan surat penangkapan. Namun, keberadaan tersangka tidak diketahui.

"Istrinya mengaku suaminya sedang sakit, dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Itu hanya alibi istrinya saja, menutup-nutupi keberadaan tersangka," katanya.

Pada 30 Desember 2014, tersangka batal dilakukan pemeriksaan karena tersangka membawa surat keterangan sakit dari dokter yang dikeluarkan Rumah Sakit Benmari, Kendal Payak, Kabupaten Malang.

Adapun kronologisnya, dana hibah senilai Rp 200 juta tersebut seharusnya untuk kelompok masyarakat di Desa Tawangargo, yakni di Dusun Lasa dan Dusun Ngudi senilai Rp 400 juta, dengan rincian setiap dusun berhak mendapatkan dana itu senilai Rp 200 juta. Dana itu adalah untuk pembangunan proyek irigasi saluran air tahun anggaran 2013 lalu.

Setelah dana dicairkan dari Bank Jatim Cabang Karangploso, dana tersebut diminta tersangka dengan alasan agar mempermudah pengawasannya. Ternyata, hanya Rp 139.794.000 yang dimanfaatkan untuk pembangunan irigasi saluran air. Sementara itu, sisanya diduga dipakai tersangka.

Untuk menghindari masalah, tersangka merekayasa surat pertanggungjawaban. Isinya seakan-akan dua kelompok penerima hibah telah memanfaatkan anggarannya. Melihat kondisi tersebut, kelompok warga di desa setempat, melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Malang.

"Setelah berhasil ditangkap, kita akan langsung melakukan penahanan. Kita juga akan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan tersangka," kata Wahyu.

"Kita juga akan mengembangkan laporan dari warga selain kasus korupsi tersebut. Karena banyak kasus korupsi yang dilakukan tersangka," lanjutnya kemudian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya' | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

[POPULER NUSANTARA] "Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya" | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

Regional
Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X