Diteliti, Efek Lilin dan Dupa terhadap Candi Borobudur

Kompas.com - 09/12/2014, 14:01 WIB
Suasana pembersihan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai dilakukan, Senin (17/2/2014). Candi tersebut masih ditutup sementara bagi pengunjung selama proses pembersihan. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOSuasana pembersihan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai dilakukan, Senin (17/2/2014). Candi tersebut masih ditutup sementara bagi pengunjung selama proses pembersihan.
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com – Balai Konservasi Borobudur (BKB) Magelang, Jawa Tengah, sedang melakukan penelitian terkait pengaruh cairan lilin dan jelaga dupa yang menempel di bebatuan Candi Borobudur. Penelitian yang dilakukan oleh para pakar BKB tersebut untuk mengetahui sejauh mana dampak yang diakibatkan benda-benda tersebut terhadap kelestarian batu candi.

Kepala BKB, Marsis Sutopo, mengungkapkan, sejauh ini memang banyak warga yang datang ke candi Borobudur tidak hanya berwisata akan tetapi juga melakukan ibadah. Kebanyakan mereka membawa ubo rampe atau perlengkapan ibadah berupa lilin serta dupa yang diletakkan di batu candi dan juga diselipkan di sela-sela bebatuan candi.

“Sering kali lilin atau dupa yang ditinggalkan tampak mengotori candi sehingga mengurangi keindahan candi. Selain itu, cairan lilin yang tumpah dan dupa yang diselipkan di sela-sela batu itu dimungkinkan bisa terjadi reaksi kimia sehingga berdampak buruk terhadap kelestarian batu candi,” ujar Marsis di kantor BKB kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Selasa (9/12/2014).

Kendati demikian, tim BKB masih melakukan penelitian apakah lilin dan dupa tersebut memiliki dampak terhadap kelestarian candi, baik dampak secara kimia maupun estetika.


Menurut Marsis, apapun hasil penelitian tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan BKB sendiri untuk membuat regulasi atau Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pemanfaatan candi Borobudur sebagai tempat ibadah. Selanjutnya, BKB akan membuat rekomendasi yang ditujukan kepada warga yang hendak melakukan ibadah di candi peninggalan raja-raja pada dinasti Syailendra itu.

“Kami tidak 100 persen melarang warga yang akan beribadah di candi Borobudur, hanya saja kami menganjurkan mereka untuk tidak meletakkan lilin dan dupa langsung pada batu, tetapi minimal menggunakan wadah khusus sehingga tidak bersentuhan langsung dengan batu,” tandas Marsis.

Marsis berharap, ke depan warga yang melakukan ibadah, maupun berwisata untuk berhati-hati dan senantiasa menjadikan candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang patut dijaga estetika dan kelestariannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Terkena Jebakan Babi, Pemburu Burung di Sumsel Tewas Tersetrum

Regional
PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

PVMBG Sebut Lokasi Longsor di Tol Cipularang KM 118 Dulunya Daerah Aliran Sungai

Regional
Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Sempat Tertimbun Longsor, Akses Jalan Geopark Cileteuh Kembali Dilintasi Kendaraan

Regional
Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Inovatif, Aspal Jalan di Semarang Berbahan Baku Sampah Plastik Kresek

Regional
Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Hati-hati, Tol Cipularang KM 118 Berpotensi Longsor Kembali

Regional
Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Rekomendasi PVMBG soal Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Cerita Milla, Mahasiswi Program Doktor yang Jalani Observasi di Natuna, Rindu Keluarga

Regional
Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Regional
Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Seberangi Sungai Ciawi, Seorang Ibu Muda Tewas Terseret Banjir Bandang

Regional
Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Bangunan SMP di Tasikmalaya Jebol, Kegiatan Belajar Siswa Tak Terganggu

Regional
Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Ratusan ASN Diduga Sebarkan Konten Provokasi Lewat Medsos

Regional
Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Ini Penyebab Longsor yang Mengancam Tol Cipularang KM 118

Regional
Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Banjir Surut, BPBD Tasikmalaya Imbau Warga Tetap Waspada

Regional
Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Ular Piton 4 Meter Diamankan Usai Menelan Ayam Milik Warga di Ngawi

Regional
Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ayah Tega Bunuh Anaknya yang Berusia 3 Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X