Perkara Brigpol Rudy Soik Ibarat Menabrak "Matahari"

Kompas.com - 30/11/2014, 16:51 WIB
Foto ilustrasi borgol. Josephus PrimusFoto ilustrasi borgol.
|
EditorGlori K. Wadrianto
KUPANG, KOMPAS.com - Pengacara Brigadir Polisi (Brigpol) Rudy Soik, Ferdy Tahu mengatakan kasus yang menimpa kliennya ibarat menabrak matahari. Ferdy pun meminta dukungan semua pihak, terutama Markas Besar Polri untuk serius menyikapi persoalan ini.

Meskipun saat ini Rudy telah ditahan di Rumah Tahanan Negara Kupang, namun Ferdy juga merasa ada titik terang dalam kasus perdagangan manusia di NTT yang diduga kuat dilakukan oleh PT Malindo Mitra Perkasa (perusahaan PJTKI yang pernah ditangani Rudy.

Kasus tersebut mencuat menyusul inspeksi mendadak Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Rabu malam (26/11/2014). Kala itu, Hanif pun memerintahkan kantor cabang PT Malindo Mitra Perkasa di Kupang segera ditutup.

“Kasus Rudy yang melaporkan atasannya di sejumlah pihak di Jakarta, ibaratnya menabrak matahari. Istilah polisi kalau untuk pimpinan biasa disebut matahari, sehingga kita minta kalau bisa ada sedikit gerhana sehingga bisa menyejukan,” kata Ferdy, Minggu (30/11/2014).

Menurut Ferdy, satuan tugas pengusut mafia perdagangan orang yang telah dibentuk oleh Kapolda NTT untuk menggeledah semua dokumen yang ada di PT Malindo Mitra Perkasa. Untuk proses selanjutnya, Ferdy meminta semua pihak untuk mengawal proses tersebut.

Ferdy juga mengharapkan Polda NTT agar proaktif dan kooperatif untuk mengungkapkan semua itu secara terbuka. “Berkaitan laporan Brigpol Rudy (laporan Brigpol Rudy tentang PT Malindo Mitra Perkasa tentang dugaan perdagangan orang), kita juga meminta Kapolda dan Kapolri untuk memroses dan juga mengawal kasus ini sampai tuntas, karena ini sudah mendapat perhatian dari banyak pihak, di antaranya anggota DPR komisi III dan anggota DPD yang turun langsung ke Polda NTT untuk mengecek kasus perdagangan orang tersebut,” kata Ferdy.

Sebelumnya, Polda NTT menetapkan Brigpol Rudy sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Ismail Pati Sanga (30), warga Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu (29/1 /2014).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ismail dijemput Rudy dan beberapa rekannya di Kelapa Lima, Kota Kupang. Rudy meminta Ismail memberitahukan keberadaan Tony Seran, rekan Ismail, yang diduga merupakan anggota jaringan perdagangan manusia. Ismail mengaku tidak tahu sehingga terjadi cekcok antara dia dan Rudy. Rudy kemudian diduga memukul dan menendang dada Ismail. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.