Kompas.com - 12/11/2014, 13:27 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
NUNUKAN, KOMPAS.com — Warga Desa Kinoko, salah satu desa dari kelompok Desa Labang, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tidak lagi berpenduduk karena telah ditinggal oleh warganya melakukan eksodus ke Malaysia. Warga Desa Kinoko lebih memilih menetap di Malaysia karena alasan ekonomi.

Anggota Komisi II DPRD Nunukan, Ramli, yang berasal dari Kecamatan Lumbis Ogong, mengatakan, eksodus warga Kinoko dimulai sejak tahun 1965. “Sejak konfrontasi tahun 1965, mereka sudah eksodus. Kemudian ada eksodus besar-besaran tahun 1984 karena permasalahan ekonomi. Sekarang Desa Kinoko ini tidak ada penghuninya,” ujar Ramli di ruang kerjanya, Rabu (12/11/2014).

Meski telah menjadi warga Malaysia, warga Desa Kinoko tidak mau melepas status Desa Kinoko sebagai wilayah adat milik mereka. Warga Desa Kinoko yang kebanyakan adalah suku Dayak Agabak masih mengelola lahan di Desa Kinoko.

”Penduduknya jadi warga Malaysia, tapi wilayah adatnya itu ada di Indonesia. Pernah mereka kembali untuk menggarap wilayah itu, orang-orang di situ tidak bisa berbuat apa-apa. Karena selain masih keluarga, itu merupakan tanah adat mereka. Karena kita juga menghormati meskipun orangnya ada di Malaysia, kalau wilayah adatnya kita tidak bisa apa-apa,” ujar Lewi, anggota Komisi II dari Sembakung, dalam kesempatan yang sama.

Jika Desa Kinoko sepi, berbeda dengan Kota Tenom di Negara Bagian Sabah, Malaysia. Kota yang berbatasan langsung dengan Indonesia ini merupakan kota tujuan eksodus dari warga desa di wilayah perbatasan Kecamatan Lumbis Ogong. Bahkan, kabarnya, ada beberapa warga eksodus yang menjadi kepala desa di kota tersebut.

”Ada masyarakat kita, kemungkinan dari Desa Panas yang pindah ke Tenom ini sekarang menjadi kepala desa. Bahkan ada anak-anak dari warga kita yang eksodus ini sekarang menjadi semacam anggota dewan di Malaysia. Kita juga mendapat informasi, ada anak-anak kita yang eksodus ke sana itu sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan sekarang dia di Medan menjalani pertukaran pelajar antara Indonesia dengan Malaysia,” ujar Ramli.

Ramli pun meminta Pemerintah Indonesia mewaspadai adanya upaya klaim terhadap wilayah adat yang sekarang ditinggalkan eksodus warga Desa Kinoko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

Regional
Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

Regional
Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

Regional
Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.