Pemuda Sultra Tuding Presiden Jokowi Ingkar Janji soal Menteri

Kompas.com - 28/10/2014, 16:34 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berfoto bersama anggota Kabinet Kerja dan istri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10/2014). Para menteri yang memperkuat Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK secara resmi dilantik. TRIBUN NEWS / DANY PERMANAPresiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berfoto bersama anggota Kabinet Kerja dan istri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10/2014). Para menteri yang memperkuat Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK secara resmi dilantik.
|
EditorFarid Assifa
KENDARI, KOMPAS.com — Puluhan pemuda yang tergabung dalam Poros Gerakan Kaum Muda Sulawesi Tenggara (Sultra) memprotes susunan kementerian yang tergabung dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pasalnya, mereka kecewa lantaran tokoh terbaik yang ada di Sultra tidak diberikan jatah menteri oleh pemerintahan Jokowi-JK.

Koordinator Poros Gerakan Kaum Muda Sultra, Ali Rahman, mengatakan, pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla saat melakukan kampanye di Sultra berjanji, jika mereka terpilih dan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI, akan mengakomodasi putra terbaik dari Sultra.

"Belum hilang dari ingatan kami ketika Jusuf Kalla berkampanye di Kendari saat kampanye pilpres lalu, di hadapan masyarakat dia berjanji akan merekrut kader terbaik Sultra untuk duduk dalam kementerian. Inilah yang menjadi dasar tuntutan kami," ujar Ali Rahman, Selasa (28/10/2014).

Sebagai bentuk kekecewaan lantaran tak satu pun putra terbaik Sultra yang masuk ke kabinet Jokowi-JK, para pemuda Sultra berencana akan menggerakkan massa untuk memboikot kedatangan Jokowi ke Kendari pada 6 November. Mereka mengancam menduduki Bandara Haluoleo dan sejumlah fasilitas umum. Presiden Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Kendari pada 6 November nanti dalam rangka pertemuan Korps Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

"Kehadiran kami bukan hanya mengawal kinerja pemerintahan Jokowi-JK, tapi juga ada janji yang sudah diungkapkan, dan itulah yang kami tagih," lanjut Ali Rahman.

Secara politik, menurut Rahman, posisi Sulawesi Tenggara sangat kuat karena pada Pemilu Presiden 9 juli lalu telah menyumbangkan suara untuk kemenangan Jokowi-JK. Selain itu, Sultra juga memiliki tokoh-tokoh profesional dan andal untuk masuk ke kabinet kerja Jokowi-JK.

"Karena itu, kami dari poros gerakan kaum muda Sultra, dengan isu utama Sultra menggugat, mendesak Presiden RI untuk memasukkan kader dan tokoh Sultra di Kabinet Kerja. Karena sejak NKRI terbentuk, Sultra belum pernah mendapat jatah menteri, padahal tokoh Sultra yang sudah berkiprah di kancah nasional cukup banyak," terangnya.

Ali Rahman menambahkan, Sultra hanya dijadikan sebagai lahan eksploitasi, tetapi tak pernah diperhitungkan di pemerintahan pusat.

"Wilayah kami hanya dijadikan sebagai tempat untuk menggarap sumber daya alamnya, tetapi tidak pernah diperhitungkan dalam posisi pemerintahan di pusat," tandasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

4 Daerah di Sumbar Buka Sekolah Kembali Per 13 Juli

Regional
Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Warga Tepi Sungai di Samarinda Demo Minta Penggusuran Ditunda, Pemkot: Tak Ada Kompromi

Regional
Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Calon Suami Ingkar Janji, Kekasih Pilih Lapor Polisi

Regional
DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

DPRD Rencanakan Pansus untuk Kasus Pemecatan 109 Tenaga Kesehatan

Regional
Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Regional
Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Regional
Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Regional
Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Regional
Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X