Kompas.com - 17/10/2014, 20:41 WIB
Kepala Ombudsman RI wilayah NTB, Adhar Hakim saat menunjukkan beberapa berkas laporan istri korban poligami. KOMPAS.com/ Karnia SeptiaKepala Ombudsman RI wilayah NTB, Adhar Hakim saat menunjukkan beberapa berkas laporan istri korban poligami.
|
EditorCaroline Damanik

MATARAM, KOMPAS.com - Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima laporan pengaduan dari istri korban poligami pegawai negeri sipil (PNS) yang mayoritas berasal dari Kabupaten Lombok Timur.

"Mereka ini ada yang dipoligami dan ada juga yang dicerai paksa oleh suaminya, kemudian menikah dengan perempuan lain," kata Kepala Ombudsman Perwakilan NTB Adhar Hakim, Jumat (17/10/2014).

Adhar menyebutkan bahwa Ombudsman NTB telah menerima puluhan pengaduan dari istri-istri PNS, sebelum Peraturan Bupati Lombok Timur soal 'PNS poligami bayar Rp 1 juta diterbitkan'. Namun, yang benar-benar membuat laporan resmi hanya berjumlah enam orang. "Satu orang dari Kabupaten Lombok Barat dan lima orang lainnya berasal dari Kabupaten Lombok Timur," kata Adhar.

Ombudsman belum dapat memastikan, apakah pengaduan ini mengindikasikan tingginya angka perceraian PNS dan praktik poligami di Kabupaten Lombok Timur. Ombudsman menilai potensi tersebut tetap ada, jika dilihat dari jumlah laporan para istri PNS yang mengadu ke Ombudsman.

Dalam aduan tersebut, salah seorang istri PNS melaporkan mantan suaminya terkait pembagian gaji yang tidak lagi mencukupi untuk menghidupi anak-anak dari hasil pernikahan pertama. Sebab, mayoritas suami PNS ini hanya melakukan cerai secara agama dan menikah lagi dengan perempuan lain. Padahal, secara administratif, istri pertama masih tercatat sebagai istri yang sah dan wajib dipenuhi hak-haknya.

Ombudsman menilai, selama ini sanksi hukum pada PNS yang melanggar aturan tidak dijalankan maksimal dan efektif pada tingkat eksekusi. Padahal, di tingkat bupati, selalu memberikan surat keputusan memberikan sanksi bagi PNS yang poligami dan bercerai.

"Dampaknya para istri akan kesulitan hidup karena kewajiban suami dalam pembagian gaji tidak mau dijalankan. Maka, perlu ada terapi kejut kuat untuk mengurangi kecenderungan ini," kata Adhar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ombudsman menilai Perbup Lombok Timur dibuat untuk memberatkan, bagi PNS yang ingin mengajukan syarat poligami. Tetapi, yang menjadi soal adalah, apakah memang Rp 1 juta tersebut cukup efektif membuat orang tidak jadi melakukan poligami.

Selain itu, pola penerapan perbup yang konsepnya untuk meningkatkan PAD justru membuka ruang untuk dikritik dan rawan menjadi sasaran tembak, baik dari alasan kepatutan maupun jender.

"Lotim hanya perlu peraturan yang tegas untuk membuat PNS di sana jera. Mestinya kepala dinas terkait PNS, BKD, dan inspektorat daerah melaksanakan eksekusi peraturan bupati dan berikan hukuman sekeras-kerasnya, daripada repot membuat perbup yang nanggung dan bisa dijadikan sasaran tembak," kata Adhar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.