Sri Sultan HB X: Agama Identik dengan Ekspresi Budaya

Kompas.com - 14/10/2014, 16:27 WIB
Sri sultan meminta masyarakat pendukung capres dan cawapres menjaga kamtibmas KOMPAS.com/Wijaya kusumaSri sultan meminta masyarakat pendukung capres dan cawapres menjaga kamtibmas
Penulis Susi Ivvaty
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Bowono X mengatakan, agama identik dengan tradisi atau sebuah ekspresi budaya tentang ungkapan keimanan terhadap Yang Mahakuasa.

Jika hubungan antara agama dan tradisi ditempatkan sebagai wujud interpretasi sejarah dan kebudayaan, semua domain agama adalah kreativitas manusia yang sifatnya relatif. Artinya, kebenaran agama yang diyakini "benar" pada dasarnya sebatas yang bisa ditafsirkan dan diekspresikan oleh manusia yang relatif.

Sri Sultan mengatakan itu dalam sambutan yang dibacakan Sekda pada pembukaan Sarasehan Nasional Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Pagelaran Kraton, Yogyakarta, Minggu (13/10/2014) malam. Sarasehan pada 13-17 Oktober 2014 itu digelar Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan diikuti 250 penghayat kepercayaan dari seluruh Indonesia, yang dinaungi oleh organisasi-organisasi penghayat.

Mengutip Moeslim Abdurrahman, Sri Sultan menyatakan, secara jujur sulit diterima jika ada pernyataan bahwa seseorang beragama secara "murni" tanpa dibentuk oleh lingkungan kebudayaannya, kecuali Nabi atau Rasul yang boleh mengatakan telah mendapat wahyu Tuhan.

Dalam sambutannya, Sri Sultan mengajukan pertanyaan introspektif, "Apakah ada orang yang lahir dari agama?" Sudah tentu jawabannya secara obyektif, tidak ada. Sebab, setiap orang lahir dari lingkungan "adat" dan kulturalnya masing-masing. Kebudayaan setempat sangat berpengaruh pada inkulturasi dan akulturasi keberagamaan seseorang.

Menurut Gubernur DIY, apa pun bentuk yang dilakukan oleh sikap manusia untuk mempertahankan, memperbarui, atau memurnikan tradisi agama, tetap harus dipandang sebagai pergulatan dalam dinamika sejarah umat beragama. Seharusnya, hal itu dipandang sebagai fenomena manusia atas sejarahnya sehingga seseorang tidak berhak untuk menegasikan kebenaran orang lain sambil menyatakan kebenaranyalah yang paling benar.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Saifuddin dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Machasin mengatakan, umat beragama dan penghayat kepercayaan patut memberi sumbangsih. Sumbangsih itu berupa penguatan nilai-nilai spiritual dan budi pekerti untuk mengimbangi suasana kompetitif di berbagai bidang. Hal ini juga untuk memperkuat jati diri dan karakter bangsa.

"Esensinya adalah ketulusan pelayanan atau pengabdian dan keteladanan. Ini adalah sebuah upaya untuk menjaga kemajemukan bangsa," kata Menteri Agama.

Indonesia adalah mozaik yang indah, adaptif, dan karya warna. Kepercayaan tumbuh berkembang dan seharusnya hidup rukun dan harmonis. Hal ini harus dikelola dengan baik.

"Persamaan di mata hukum, sosial, politik, ekonomi harus dipertahankan," katanya.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, sarasehan ini tepat digelar di Yogyakarta karena kota itu memiliki predikat kota toleran yang sudah masyhur di dunia. Ia berharap nantinya akan muncul institusi baru untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia sehingga kualitas kehidupan penghayat kepercayaan makin baik. Ini akan menjadi pilar yang kuat dalam menegakkan jati diri bangsa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X