Kompas.com - 29/09/2014, 19:15 WIB
Warga Muslim Perancis menggelar aksi damai di Paris, Jumat (16/9/2014), untuk mengecam kekejaman yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). DOMINIQUE FAGET / AFPWarga Muslim Perancis menggelar aksi damai di Paris, Jumat (16/9/2014), untuk mengecam kekejaman yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
|
EditorFarid Assifa
JEMBER, KOMPAS.com - Sebanyak 20 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) se Jawa Timur, meminta kepada Pengurus Besar NU (PBNU) agar membahas soal gerakan Negara Islam Irak Syuriah (ISIS) dan negara khilafah dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU. Kedua acara itu akan digelar di Ponpes Al Hikam, Depok pada 1 hingga 2 November 2014 mendatang.

“Kami 20 perwakilan PCNU se Jawa Timur sudah bertemu dan sepakat untuk mengusulkan agar munculnya gerakan radikal tersebut dibahas dalam pelaksanaan munas dan konbes NU," ujar Rais Syuriah PCNU Jember, Jawa Timur, KH Muhyiddin Abdusshomad, Senin (29/9/2014).

Menurut dia, munculnya gerakan ISIS dan negara khilafah sangat berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk itu, menurut kami, faham gerakan radikal ini harus dibahas secara tuntas, kemudian PBNU harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat bawah mengenai bahaya gerakan itu,” pinta Muhyiddin.

Dia menambahkan, selain persoalan munculnya gerakan radikalisme, 20 PCNU se Jawa Timur, juga menyikapi wacana pemilihan ketua umum dan rais am PBNU, yang menggunakan sistem ahlul halli wal aqdi (model suara perwakilan).

“Gagasan itu perlu dipertimbangkan kembali, ini mengingat sampai hari ini belum ada tokoh NU, yang bisa diterima oleh semua pihak di NU. Jadi menurut kami, pemilihan langsung melalui PWNU dan PCNU itu lebih baik, dan menjunjung tinggi nilai musyaawarah dan demokrasi di tubuh NU,” lanjut Muhiyiddin.

Muhyiddin berharap agar keputusan rapat pleno PBNU yang telah menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan munas dan konbes NU tidak berubah agar tidak muncul kesan bahwa ada konflik di tubuh NU.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.