Kompas.com - 15/09/2014, 15:50 WIB
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab M Danunagoro membantah anggotanya telah melanggar hak cipta berupa acara nonton bareng siaran Piala Dunia Brazil 2014 lalu.

Istidjab menuturkan, tuduhan PT Nonbar soal pelanggaran hak cipta dengan mengadakan nonton bareng Word Cup Brazil 2014 lalu tidaklah beralasan. Sebab hotel-hotel yang dilaporkan ke Polda seluruhnya tidak melaksanakan kegiatan nonton bareng pertandingan World Cup 2014. Bahkan ada hotel yang sama sekali tidak menyiarkan nobar juga ikut dilaporkan.

"Anggota PHRI yang dilaporkan ada 32. Ada juga hotel-hotel yang tidak masuk ke anggotaan juga dilaporkan," jelas Istidjab, Senin (15/9/2014).

Soal fasilitas televisi yang terdapat dikamar hotel adalah sesuai kualifikasi standar hotel sesuai yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan diperkuat dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif RI No. PM.53/HM.001/MPEK/2013 tentang Standar Usaha Hotel.

"Soal teraksesnya pertandingan Word Cup 2014 itu tayangan free to air dari akses stasiun televisi swasta nasional melalui antena teresterial (UHF). Antena itu terpasang sejak hotel-hotel berdiri," tandasnya.

Berdasarkan, Undang-undang No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, lanjut Istidjab, penayangan piala dunia di televisi hotel merupakan domain publik yang berada pada sistem penyiaran nasional. Tuduhan yang di lontarkan PT Nonbar, lanjutnya, hanya mendasarkan pada pengertian area komersial sebagai unsur pokok pelanggaran Hak Siar. Padahal unsur tersebut sama sekali bukan termasuk pidana.

Namun demikian, pihaknya tetap akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik Dit Reskrimsus Polda DIY.

"Kita ikuti proses hukum. Semua kita serahkan ke kuasa hukum PHRI DIY," pungkasnya.

Seperti diketahui, PT Nonbar sebagai koordinator tunggal hak siar tayangan pertandingan sepak bola piala Dunia 2014 di Indonesia melaporkan beberapa hotel di DIY ke Dit Reskrimsus Polda DIY. Hotel-hotel tersebut dilaporkan karena dianggap telah melanggar Pasal 49 dan Pasal 72 Undang-undang Nomor 19 tahun 2001 tentang Hak Cipta, yakni dengan menyiarkan nonton bareng Piala Dunia Brazil 2014 secara ilegal atau tanpa izin PT Nonbar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.