Penjaga Balai Desa Cabuli Siswi SD karena Cemburu dengan Ibu Korban

Kompas.com - 09/09/2014, 09:20 WIB
SW tengah diperiksa di ruang Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kota, Senin (8/9/2014). KOMPAS TV/ Muhamad Syahri RomdhonSW tengah diperiksa di ruang Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kota, Senin (8/9/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
CIREBON, KOMPAS.com — Seorang kakek berinisial SW di Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tega mencabuli dua bocah yang masih duduk di kelas satu dan dua sekolah dasar. Kedua korban adalah teman bermain cucunya sendiri.
 
SW, yang sudah memiliki empat anak dan berkerja sebagai petugas kebersihan balai desa, mencabuli kedua bocah itu di ruang kerjanya. Kakek yang telah memiliki empat orang anak itu melakukan perbuatan bejatnya hingga dua kali. 

Ibu korban, Lis (37), yang berstatus janda, curiga dengan kondisi anaknya yang selalu kesakitan saat buang air kecil. Berdasarkan hasil visum, selaput dara bocah tersebut robek dan terluka. Lis yang kaget dan marah langsung melaporkan SW ke kantor polisi.

Di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon Kota, SW tertunduk malu dan meminta maaf. Dia mengakui perbuatannya sambil berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama.

"Saya yakin, ini bukan saya. Saya dirasuki setan sampai berani berbuat seperti ini," kata SW, Senin (8/9/2014) kemarin.

Meski demikian, dalam pengakuannya, SW yang berstatus duda mengaku cemburu terhadap Lis yang sudah banyak meminta uang kepada SW, tetapi selingkuh dengan pria lain. SW yang menjalani hubungan tanpa status ternyata diam-diam suka kepada Lis.

"Setelah istri saya meninggal, beberapa tahun lalu, tiba-tiba saya dekat dengan Lis. Lis hampir setiap hari minta uang bersama dua bocah itu. Ternyata, akhirnya, Lis jalan dengan pria lain dan saya marah," kata SW.

Terlepas dari masalah cemburu atau bukan, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Hidayatullah mengaku akan tetap mendalami kasus tersebut dengan memanggil beberapa saksi. Ia pun menduga, SW memiliki kelainan seksual. 

"Kami coba dalami, barangkali ada korban lainnya. Tersangka terkena Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 81 dan 82 dengan ancaman 15 tahun penjara," kata dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.