TNI Sita 44 Pucuk Senpi di Papua

Kompas.com - 08/08/2014, 04:19 WIB
Sebanyak 44 pucuk senjata api (senpi) dari berbagai jenis, serta 9 buah magazin dan 1522 amunisi berbagai ukuran, berhasil disita dari kelompok sipil bersenjata dalam serangkaian operasi penegakan hukum yang digelar Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Papua sejak Januari hingga Juli 2014 alfian kartonoSebanyak 44 pucuk senjata api (senpi) dari berbagai jenis, serta 9 buah magazin dan 1522 amunisi berbagai ukuran, berhasil disita dari kelompok sipil bersenjata dalam serangkaian operasi penegakan hukum yang digelar Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Papua sejak Januari hingga Juli 2014
|
EditorHindra Liauw
JAYAPURA, KOMPAS.com – Sebanyak 44 pucuk senjata api (senpi) dari berbagai jenis, serta sembilan buah magazin dan 1522 amunisi berbagai ukuran disita dari kelompok sipil bersenjata dalam serangkaian operasi penegakan hukum yang digelar Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Papua sejak Januari hingga Juli 2014.

Panglima Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Christian Zebua, mengatakan, 44 pucuk senpi bersama magazin dan ribuan amunisi tersebut disita dari kelompok sipil bersenjata melalui kontak tembak. Namun menurut Christian, ada juga senjata dan amunisi yang diperoleh melalui penggalangan, dimana warga yang sudah sadar dengan sukarela menyerahkan senjata.

Diungkapkan Christian, dari 44 pucuk senpi dari berbagai jenis tersebut, sebagian adalah senjata organik milik TNI-Polri yang sebelumnya dicuri. Sebagiannya lainnya berasal dari selundupan melalui Filipina dan Papua Niugini.

“Operasi terakhir saat tim gabungan TNI-Polri berhasil menggagalkan penyelundupan senjata dari Filipina di Sorong, Papua Barat. Selanjutnya tim gabungan berhasil menangkap pasokan senjata dan ribuan amunisi untuk Kelompok Purom Wenda di Koya, Distrik Muara Tami, Jayapura beberapa waktu lalu,” ungkap Christian dalam gelar barang bukti di lobby Markas Kodam XVII Cenderawasih, Kamis (7/8/2014).

Menurut Christian, TNI di Papua melakukan pembinaan teritorial dengan memprioritaskan pendekatan kesejahteraan ketimbang keamanan. “Sementara untuk operasi penegakan hukum dalam rangka membantu pihak kepolisian,” jelas Christian.

Christian mengakui masih ada potensi gangguan keamanan dari kelompok sipil bersenjata di wilayah Puncak Jaya dan sekitarnya, serta wilayah perbatasan Papua Niugini. Menurut Dia, walau jumlah kelompok ini kecil dan persenjataan terbatas namun tetap menjadi ancaman.

Ia menghimbau kepada kelompok sipil bersenjata untuk menghentikan aksinya dan turut berkontribusi dalam pembangunan di Papua. “Stop itu konflik. Saudara-saudaraku harus bertanggung jawab untuk membangun tanahnya yaitu Tanah Papua. Kalau mau bangun Papua tidak di hutan. Turun kesini dan kita sama-sama membangun Papua,” tegas Christian.

Terkait gangguan keamanan yang kerap dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata, Christian menegaskan pihaknya tidak segan untuk menindak tegas karena tindakan kelompok tersebut justru menyengsarakan rakyat dan mengganggu jalannya pembangunan.

“TNI akan selalu siap mendukung Polri dalam operasi penegakan hukum untuk menciptakan keamanan yang kondusif, sehingga pembangunan dapat berjalan normal dan masyarakat tenteram,” terang Christian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Pandemi Virus Corona, Cobaan Terberat Pariwisata Bali

Regional
Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Pemprov Sulsel Anggarkan Rp 250 Miliar untuk Penanganan Corona

Regional
Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Dibebaskan karena Wabah Virus Corona, Perasaan Napi Senang Campur Gundah

Regional
Pengakuan Pria Mabuk yang Tikam Pemilik Warung hingga Tewas, Mengaku Kesal Ditegur Saat Ribut dengan Temannya

Pengakuan Pria Mabuk yang Tikam Pemilik Warung hingga Tewas, Mengaku Kesal Ditegur Saat Ribut dengan Temannya

Regional
Seluruh Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa Telah Kembali ke Daerah Asal

Seluruh Peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa Telah Kembali ke Daerah Asal

Regional
Datang ke Karawang untuk Cari Kerja, Pria Ini Malah Cabuli 6 Bocah Perempuan

Datang ke Karawang untuk Cari Kerja, Pria Ini Malah Cabuli 6 Bocah Perempuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X