Kompas.com - 07/08/2014, 11:12 WIB
Kapal Motor Cepat Express Cantika 89 tujuan Jepara-Karimunjawa. KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDIKapal Motor Cepat Express Cantika 89 tujuan Jepara-Karimunjawa.
EditorFarid Assifa

JEPARA, KOMPAS.com - Ratusan wisatawan domestik dan mancanegara masih tertahan di Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, karena kapal yang melayani penyeberangan ke Jepara masih menunggu cuaca laut kembali normal.

Dikutip Tribunnews, Camat Karimunjawa, Muh Tahsin, di Jepara, Rabu (6/8/2014), mengatakan, jumlah wisatawan yang tertahan berdasarkan data sementara sekitar 300-an, baik lokal maupun mancanegara.

"Hanya saja, kami belum bisa memastikan jumlah sebenarnya wisatawan mancanegara yang hingga kini masih tertahan," ujarnya.

Wisatawan tersebut, lanjut Tahsin, tertahan karena tingginya gelombang sejak Selasa (5/8/2014). "Mereka tiba di Karimunjawa sejak Senin (4/8/2014) sekitar pukul 11.00 WIB menggunakan Kapal Motor Cepat Express," ujarnya.

Pada hari yang sama, menurut Tahsin, kapal tersebut langsung menuju ke Jepara sehingga saat ini tidak ada kapal di Karimunjawa. Hingga Rabu (6/8/2014), ketinggian ombak di laut masih tinggi sehingga tidak aman untuk berlayar.

Ia berharap wisatawan tidak nekat pulang menggunakan perahu nelayan dengan cara sembunyi-sembunyi. Pasalnya, cuaca laut setempat tidak mendukung aktivitas pelayaran.

Terkait dengan kasus tersebut, lanjut Tahsin, pemerintah sudah mengeluarkan imbauan kepada pengelola penginapan agar memberikan potongan sewa penginapan.

Kasus serupa sudah berulang kali terjadi, sehingga para wisatawan seharusnya mendapat penjelasan dari biro perjalanan atau informasi dari berbagai media yang sering memberitakan cuaca di laut Jepara.

Jika ada wisatawan yang tertahan di Pulau Karimunjawa, maka tidak ada yang bisa menjamin kepastian kapan bisa kembali karena cuaca laut sulit diprediksi.

Meski demikian, tambah Tahsin, pihaknya tetap akan berupaya membantu wisatawan yang masih tertahan tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab moral.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.