Arus Balik Lebaran, Setiap 15 Menit 200 Motor Keluar dari Sukabumi

Kompas.com - 03/08/2014, 11:40 WIB
Pemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZESPemudik motor terjebak macet di jalur alternatif Karawang-Cikampek, Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2014). Arus mudik ke kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur diperkirakan akan masih padat hingga H-1 Lebaran.
EditorSandro Gatra


SUKABUMI, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mencatat, rata-rata 200 sepeda motor keluar dari Sukabumi setiap 15 menit menuju arah Bogor atau Jagorawi.

"Puncak arus balik Lebaran ini kendaraan yang keluar dari Sukabumi arah Bogor melonjak. Mayoritas kendaraan yang melalui jalur utama mudik Sukabumi ini adalah sepeda motor," kata Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dishubkominfo Asep Sumantri, Minggu (3/8/2014), seperti dikutip Antara.

Menurut Asep, padatnya kendaraan menuju arah Bogor ini karena berbaurnya kendaraan wisatawan yang baru pulang dari objek wisata di Sukabumi dengan kendaraan pemudik. Kondisi itu ditambah warga yang sudah melakukan aktifitas seperti biasa setelah libur Lebaran seperti pergi ke pasar atau tempat lainnya.

Meski demikian, dari pantauan pihaknya di sepanjang jalur utama mudik Sukabumi, arus kendaraan padat lancar. Di beberapa titik terjadi penumpukan kendaraan seperti di pusat perbelanjaan dan objek wisata yang ada di jalur mudik seperti tempat wisata Cimalati, Kecamatan Cicurug.

"Untuk kendaraan roda empat dan lebih dari hasil survei dan penghitungan kami di pos pemantauan di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, yang merupakan daerah perbatasan Sukabumi-Bogor, setiap 15 menit ada sekitar 100 mobil keluar dari Sukabumi," tambahnya.

Di sisi lain, pada puncak arus balik Lebaran ini, pemudik yang menggunakan jasa kendaraan umum seperti bus dan colt L-300 masih terlayani. Bahkan sejak Sabtu kemarin, kepadatan kendaraan terjadi hingga pukul 03.00 WIB tadi.

Selain itu, kendaraan yang masuk ke Sukabumi hingga saat ini masih padat lancar dan diprediksi puncak volume kendaraan yang keluar dari Sukabumi akan terjadi pada Sore nanti karena akan berbaur antara kendaraan wisatawan dengan pemudik yang pulang dengan tujuan arah Bogor.

Asep mengatakan, pihaknya mengimbau kepada seluruh pemudik agar selalu berhati-hati dan tidak memaksakan diri untuk mengemudi jika kondisi badan sudah lelah dan mengantuk. Para pemudik atau pengemudi lebih baik beristirahat di lokasi yang aman seperti tempat ibadah maupun posko mudik.

"Untuk angka kecelakaan pada arus balik ini Lebaran ini relatif kecil, hanya beberapa saja. Namun demikian, kami tetap siaga antisipasi terjadi lonjakan volume kendaraan pada arus balik ini khususnya yang menuju Bogor," katanya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

Regional
Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

Regional
Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

Regional
12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

Regional
Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

Regional
Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

Regional
RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

Regional
4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

Regional
RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

Regional
Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

Regional
Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Wabah Virus Corona, 150 Turis China Tetap Diterima di Sumbar

Regional
Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Geng Donki, Pelajar Pelaku Begal Pamitnya Belajar Kelompok

Regional
Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Gara-gara Bakar Lahan, Seorang ASN di Riau Ditahan

Regional
Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Ini Tanggapan Petinggi Sunda Empire Setelah Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X